Pemkab Latih SDM Pelaku Usaha Mikro | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Jumat, 08 Nov 2019, dibaca : 513 , mahmudi, ira

Peserta pelatihan prningkatan kualitas SDM mengikuti kegiatan dengan serius

MALANG- Sebagai organisasi ekonomi Koperasi tidak hanya wajib menjaga eksistensi. Tapi juga wajib mengikuti perkembangan zaman. Hal inilah yang disampaikan Bupati Malang H. M Sanusi, saat membuka pelatihan peningkatan SDM Pelaku Usaha Mikro di Hotel Mirabell, Kecamatan Kepanjen beberapa waktu lalu. 
Dalam kegiatan yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang dan dihadiri pelaku koperasi, Sanusi menyebutkan, jika dua hal tersebut harus dipegang teguh, karena ke depan koperasi memiliki tantangan yang berat. Terlebih saat ini, masyarakat sudah dihadapkan dengan era revolusi industri 4.0, memberikan tantang tersendiri bagi koperasi.
"Melihat fenomena itu, dibutuhkan pegawai koperasi yang profesional. Pegawai yang mengikuti perkembangan zaman, dan mengikuti perkembangan digitalisasi,sehingga ke depan koperasi betul-betul dibutuhkan. Dan keberadaannya semakin mensejahterakann anggota ," katanya.
Berkurangnya perhatian itu dikatakan Sanusi karena banyak koperasi yang maju. "Karena kondisi koperasi saat ini sudah banyak yang maju, sukses dan mensejahterakan anggotanya. Kendati demikian tidak boleh terlena, dengan terus meningkat kualitas perkoperasian," tambah bapak empat anak ini. 
Melalui kegiatan tersebut, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini berharap, kemampuan  SDM koperasi dapat meningkat. "Kami berharap dengan pelatihan yang digelar, berdampak pada kualitas. Harapannya, banyak koperasi yang maju, terlebih melalui pengembangan usaha mandiri," ujarnya.
Sementara itu, pelatihan peningkatan SDM itu diikuti 100 peserta. Mereka para pelaku usaha mikro. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pelatihan untuk mendapatkan legalitas produk dan ilmu packaging.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Dra Pantjaningsih Sri Redjeki, mengatakan, pelatihan selain diikuti pelaku usaha mikro juga dihadiri pengurus beberapa koperasi. Pelatihan legalitas ini tujuannya agar pelaku usaha dapat mengurus izin usaha.
"Yang ke dua adalah packaging. Secara umum packaging kerap jadi masalah. Banyak produk dari Kabupaten Malang yang oke. Tapi karena kemasannya kurang bagus, sehingga tidak dilirik. Nah melalui kegiatan ini, peserta diajari packaging yang bagus dan menarik," ungkapnya.
Pantja menyebutkan, tidak hanya koperasi yang harus menjaga eksistensi dan mengikuti perkembangan zaman. Pelaku usaha pun demikian, sehingga melalui pelatihan peningkatan SDM Usaha Mikro yang dilaksanakan selama empat hari, peserta semakin paham dunia usaha dan perkembangannya. (ira/udi)
 



Loading...