Malang Post - Pemerintah Upayakan Jemput 78 WNI

Jumat, 03 April 2020

  Mengikuti :


Pemerintah Upayakan Jemput 78 WNI

Senin, 17 Feb 2020

JAKARTA - Pemerintah berupaya mengevakuasi sebanyak 78 warga negara Indonesia (WNI) yang sampai saat ini masih tertahan di atas kapal pesiar Diamond Princess di Pelabuhan Yokohama, Jepang. Masa karantina mereka terkait virus korona Covid-19 akan rampung pada Rabu (19/2) mendatang. 

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan, pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tahap akhir untuk memastikan seluruhnya benar-benar sehat. Begitu dinyatakan negatif virus korona seluruhnya, pemerintah akan berkoordinasi dengan pemerintah Jepang untuk melakukan evakuasi. 

"Kita tunggu hasil PCR-nya (polymerase chain reaction). Kalau itu negatif, saya akan ke sana, mengecek dan menjemputnya. Tapi, saya koordinasi dulu diperkenankan tidak secara protokoler kenegaraan," kata Terawan di Kantor Staf Presiden, Senin (17/2).

Terawan menegaskan, pemerintah bertanggung jawab penuh terhadap nasib 78 WNI di kapal Diamond Princess. Kendati demikian, pemerintah tetap menjunjung hubungan baik antarnegara, khususnya dengan Jepang. Segala prosedur, pemulangan akan dikoordinasikan dengan pemerintah setempat. 

Sertifikasi kesehatan yang dirilis Pemerintah Jepang terhadap 78 WNI di kapal Diamond Princess nantinya juga menjadi 'tiket' bagi mereka untuk pulang ke Indonesia tanpa dilakukan observasi tambahan. "(Mereka) sampai saat ini sehat. Kami butuh sertifikasi. Sehingga kalau di sini nanti sehat, ngapain diobservasi lagi? Sudah cukup kalau sehat," katanya. 

Senada dengan Menkes, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Wiranto juga berjanji untuk menindaklanjuti semua masukan terkait penjemputan WNI di Diamond Princess. "Dicatat dan akan dijalankan," ujarnya singkat.

Hingga saat ini, terdapat 78 awak kapal asal Indonesia di kapal pesiar Diamond Princess yang dikarantina di Pelabuhan Yokohoma, Jepang. Mereka kini dalam kondisi sehat dan memilih menyelesaikan masa karantina yang akan berakhir Rabu (19/2). 

Beberapa negara sudah berencana melakukan evakuasi warganya dari kapal tersebut. Setiap hari, seluruh penumpang dan awak kapal di kapal pesiar tersebut melakukan pemeriksaan medis untuk pengecekan kondisi jiwa dan raga oleh otoritas kesehatan yang berwenang di Jepang. 

Hingga kini, di kapal tersebut sudah tercatat 355 orang positif terpapar virus corona baru. Sejak 5 Februari 2020, kapal tersebut dikarantina karena terdapat satu penumpang dari Hong Kong yang berlabuh positif virus corona. 

Seiring berjalannya waktu, pejabat terus menemukan infeksi baru di antara para penumpang kapal dan anggota kru. Mereka awalnya dibawa ke rumah sakit Jepang, tapi yang lain telah diinfokan untuk tinggal di dalam kabin masing-masing selama periode 14 hari karantina. (cnn/ra/udi)

Editor : Mahmudi Muchid
Penulis : CNI

  Berita Lainnya





Loading...