Malang Post - Pemekaran Desa Tulungrejo Masuk PAK

Minggu, 29 Maret 2020

  Mengikuti :


Pemekaran Desa Tulungrejo Masuk PAK

Rabu, 26 Feb 2020

BATU - Pemekaran Desa Tulungrejo bakal segera terealisasi. Kabar kepastian pemekaran wilayah tersebut setelah dilakukan pertemuan antara Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo dengan Wakil Walikota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M bersama BKD, Kabag Pemerintahan, dan Kabag Hukum, Dinas DP3AP2KB, Bappelitbangda dan Camat Bumiaji. Bahkan, Desa Tulungrejo akan mendapat dana melalui Perubahan APBD 2020 (PAK)


Ketua Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo, Suparman menjelaskan, pertemuan melibatkan sejumlah 19 orang. Mereka terdiri dari perwakilan warga dan beberapa orang Ketua RW dari Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo yang tergabung dalam Kelompok Kerja Pemekaran Desa Tulungrejo.
"Tujuan pertemuan untuk membahas poin-poin dimasukkan dalam proposal pengajuan Pemekaran Desa Tulungrejo. Proposal tersebut merupakan inisiatif masyarakat yang akan diserahkan kepada Ketua BPD, Kepala Desa Tulungrejo, Camat Bumiaji dan Walikota Batu," ujar Suparman kepada Malang Post, Selasa (25/2) .


Ia menjelaskan, proposal dibuat setelah Pemkot memberikan kepastian dengan adanya Perda Kota Batu No 1 tahun 2015 tentang Desa. Salah satu syarat pembentukan desa pada pasal 8 bagian b berbunyi jumlah penduduk untuk dilakukan pemekaran wilayah paling sedikit 6.000 jiwa atau 1.200 kepala keluarga.
"Dalam pertemuan, Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo meminta kepastian syarat jumlah penduduk 6.000 jiwa atau 1.200 Kepala Keluarga untuk bisa dilakukan  pemekaran Desa. Karena sebelumnya ada multi tafsir dalam aturan tersebut," bebernya.


Ia menerangkan, Pemkot masih menunggu hasil dari penafsiran tersebut. Apakah minimal penduduk di desa yang akan dilakukan pemekaran di bawah 6 ribu  atau setelah dilakukan pemekaran minimal harus 6 ribu penduduk dari desa yang dimekarkan.
"Setelah pertemuan dengan Wakil Wali Kota, dijelaskan pemekaran minimal penduduk sebelum dipecah adalah 6 ribu jiwa. Desa Tulungrejo telah memenuhi syarat tersebut dengan jumlah warga sekitar 8864 jiwa dari lima dusun," bebernya.


Saat ini, lanjut dia, Pokja tengah menyiapkan persyaratan. Salah satunya menunggu hasil jajak pendapat selesai yang tinggal satu RT dari empat RT atau 65 persen di Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo. Saat ini sudah mencapai 1.359 Kepala Keluarga atau sudah memenuhi syarat untuk dilakukan pemekaran desa.
Mereka juga mendata aset apa saja yang ada di dua dusun. Aset itu mulai sekolah, masjid dan fasilitas umum lainnya. Terpenting, usaha Pokja tersebut bisa terwujud pemekaran desa.
Selain itu Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo juga membahas biaya-biaya  operasional kesekretariatan. Telah disepakati sementara pembiayaan dilakukan secara swadaya atau patungan bagi peserta rapat setiap ada pertemuan.


Suparman menambahkan, tidak menutup kemungkinan akan menerima sumbangan partisipasi dari Warga Dusun Junggo dan Dusun Wonorejo yang mendukung program Pemekaran Desa ini.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M menyampaikan, sesuai Peraturan Daerah Kota Batu No 1 tahun 2015 tentang Desa terkait jumlah penduduk sudah memenuhi syarat.
"Karena telah menenuhi syarat, Bagian Pemerintahan segera melakukan kajian pemekaran Desa Tulungrejo dan akan dianggarkan dari APBD Perubahan tahun 2020. Prosedurnya Pokja Pemekaran Desa Tulungrejo membuat surat pengajuan beserta proposal  yang dilengkapi dengan notulen rapat, foto kegiatan dan daftar hadir rapat sebagai lampiran," bebernya.


Perlu diketahui, saat ini di Desa Tulungrejo ada lima dusun. Yaitu Dusun Kekep, Gondang, Gerdu, Wonorejo, dan Junggo. Jika jadi pemekaran Tulungrejo akan diisi dengan tiga dusun. Sedangkan untuk desa baru akan dinamai Desa Junggorejo yang menggabungkan dusun Junggo dan Wonorejo. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya





Loading...