Malang Post - Pembunuh Adik Kandung Diperiksakan ke RSJ Lawang

Sabtu, 04 April 2020

  Mengikuti :


Pembunuh Adik Kandung Diperiksakan ke RSJ Lawang

Selasa, 03 Sep 2019

Tersangka Suroso saat diamankan usai menikam adik kandungnya hingga tewas.

MALANG - Kasus penganiayaan berujung kematian yang dilakukan Suroso, 40, terhadap adik kandungnya Sujianto, 29, memasuki babak baru. Selasa (3/9), polisi membawa tersangka warga Dusun Kalipakem Desa/Kecamatan Donomulyo tersebut, ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Lawang.
"Kami akan periksakan kondisi kejiwaannya. Apakah yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan atau tidak," ujar Kanitreskrim Polsek Donomulyo Ipda M Arif Karnawan.
Alasan polisi memeriksakan kondisi kejiwaan tersangka, karena menilai bahwa tersangka terbilang nekat. Dia tega menghabisi nyawa adik kandungnya hanya karena masalah sepele. "Selain memeriksakan tersangka ke dokter psikiater, kami juga masih mendalami kasusnya. Salah satunya adalah motif sebenarnya kasus penganiayaan yang berujung kematian itu apa," tutur Arif Karnawan.
Pada Kamis (29/8) malam lalu, tersangka ditangkap Polsek Donomulyo usai melakukan penusukan terhadap adik kandungnya. Korban ditikam dengan sebilah pisau yang sudah disiapkan tersangka dari rumah.
Penganiayaan terjadi sekitar pukul 19.30 di dalam rumah korban di Dusun Mulyosari, Desa/Kecamatan Donomulyo.
Tersangka nekat menusuk adiknya hanya karen meminta bagian dari hasil bisnis konter HP yang dijalankan korban. Alasannya karena konter HP yang dimiliki korban, semua biayanya berasal dari tersangka. Akibat luka tusuk yang cukup parah, korban pun meninggal saat dirujuk ke RSSA Malang Jumat dinihari.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, memang tidak ditemukan adanya kejanggalan kalau tersangka mengalami gangguan kejiwaan. Keluarga juga tidak menyatakan tersangka gila. Namun untuk kepentingan penyidikan, pemeriksaan kejiwaan ke dokter psikiater harus dilakukan," terangnya.
Lantas, apakah nantinya akan dilakukan rekonstruksi? Arif Karnawan menyatakan, setelah pemeriksaan seluruh saksi selesai, polisi akan menggelar rekonstruksi. Hal ini untuk mencocokkan keterangan tersangka dalam berita acara pemeriksaan (BAP) dengan kejadian sebenarnya.
"Kapan waktunya dan di mana tempatnya, nanti menyusul. Rekonstruksi pasti ada untuk melengkapi berkas sebelum nantinya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kepanjen," tegasnya.
Terpisah, KBO Satreskrim Polres Malang, Iptu Rudi Kuswoyo, dikonfirmasi juga membenarkan. Bahwa tersangka Suroso harus tetap dilakukan pemeriksaan kondisi kejiwaan.  "Kanitreskrim Polsek Donomulyo sudah kami minta untuk memeriksakan kondisi kejiwaan tersangka. Dan untuk kasusnya tetap ditangani oleh Polsek Donomulyo," tegas Rudi Kuswoyo.(agp/lim)

Editor : Halim
Penulis : Agung

  Berita Lainnya





Loading...