MalangPost | Pemberdayaan Pramuwisata Lokal, Dewan Ajak Hearing dan Buat Payung Hukum

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Pemberdayaan Pramuwisata Lokal, Dewan Ajak Hearing dan Buat Payung Hukum

Minggu, 22 Mar 2020, Dibaca : 4044 Kali

BATU - Permintaan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batu dan Batu Guide Community (BGC)  agar diberdayakan oleh pemerintah, direspons legislatif. DPRD Kota Batu siap memikirkan payung hukum untuk pemberdayaan bagi tour guide asli Kota Batu. Agar pramuwisata asli Kota Batu tak hanya jadi penonton di daerahnya sendiri. Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Batu, Nurochman, Minggu (22/3).
"Permasalahan ini merupakan suara yang harus segera direspons. Mengingat Kota Batu yang sudah membuat branding kota wisata, maka menjadi kewajiban pemerintah daerah untuk memberi jaminan bagi local guide untuk memandu wisatawan yang berkunjung ke Kota Batu," papar Nurochman kepada Malang Post.


Cak Nur, sapaan akrabnya mengatakan, bahwa masalah tersebut harus segera ditangani. Salah satunya dengan membuat payung hukum atau Perda dan Perwali. Selanjutnya perlu segera dirumuskan model kerjasama, antara pengelola pariwisata dan tour guide yang telah disertifikasi oleh pemerintah daerah.
"Jangan sampai wisatawan justru mencari informasi destinasi wisata hanya dengan googling. Karena di sini peran pramuwisata ketika mendampingi wisatawan keliling Kota Batu sangat diperlukan. Terutama dalam menceritakan dan menjelaskan bagaimana Kota Batu terus tumbuh dalam sektor kepariwisataan di Jawa Timur," beber Ketua DPC PKB Kota Batu ini.


Selain itu, Cak Nur miminta agar Dinas Pariwisata proaktif, komunikatif dan memfasilitasi pramuwisata untuk terus eksis. Misalnya dengan menggelar sertifikasi bagi pramuwisata baru secara berkelanjutan. Hal ini juga berimbas dalam menekan angka pengangguran, sebagai pemberdayaan warga atau anak muda di Kota Batu.
"Karena itu saya mengajak DPC HPI Kota Batu atau lembaga lain di bidang jasa wisata untuk ngobrol santai di gedung DPRD. Ini supaya bisa saling silaturrahim dan saling berbagi informasi untuk pertumbuhan pariwisata yang lebih baik di Kota Batu setelah suasana kondusif pasca ditetapkannya darurat bencana nasional," paparnya.


Sementara itu, sebelumnya, Ketua DPC HPI Kota Batu, Ilham Adilia menyampaikan bahwa sampai saat ini masih banyak wisatawan yang datang ke Kota Batu tanpa menggunakan tour guide. Sehingga membuat tour guide asal Kota Batu hanya menjadi penonton di kotanya sendiri.
Menyikapi hal tersebut Uyak, sapaan akrabnya menganalisa jika ada beberapa alasan kenapa tour guide asal Kota Batu tidak bisa berkutik. Di antaranya karena banyaknya kemudahan layanan secara digital. Sehingga banyaknya pemain-pemain pariwisata yang notabene tidak mengindahkan fungsional tourist guide.


Ia menerangkan, menggunakan guide lokal sangat penting. Pasalnya segala informasi perihal kepariwisataan dan hal-hal mengenai tentang segala teknis perjalanan akan tersampaikan secara akurat dan baik. Mengingat para tour guide lokal lebih mampu menguasai medan dan berbagai hal lainnya.
"Dari analisa tersebut kami berharap ada payung hukum melalui Perda aturan di atasnya Pergub terkait pemberdayaan pemandu wisata lokal agar lebih diutamakan. Sehingga pemandu wisata lokal tidak hanya jadi penonton di kotanya sendiri," pungkasnya.(eri/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Kerisdiyanto