Pembangunan Pasar Sayur Diwarning Tepat Waktu - Malang Post

Rabu, 20 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 18 Okt 2019, dibaca : 1302 , aim, kris

BATU - Pembangunan pasar sayur tahap II telah berlangsung 25 persen hingga tiga bulan ini. Sesuai dengan Surat Perintah Kerja (SPK) pembangunan pasar sayur tahap dua dimulai sejak 21 Juni dan ditergetkan selesai hingga Desember 2019 atau enam bulan pengerjaan.
Hal itu diungkapkan Penanggung Jawab Pelaksana Proyek PT Bintang Wahana Tata, Febri Artanto. Sesuai SPK menurutnya, pembangunan pasar sayur tahap dua atau pasar los telah berjalam 25 persen. Dengan pembangunan yang telah diselesaikan berupa pengecoran kolom pedestal dan setting angkur untuk kolom baja.
"Untuk minggu ini pekerjaan yang akan dilakukan adalah erection struktur baja, pasang bata dinding kios, dan urugan sirtu lantai kios," ujar Febri kepada Malang Post, Jumat (18/10).
Lebih lanjut, setelah pengerjaan yang telah ditentukan, untuk pembangunan selanjutnya rencana minggu depan. Mega proyek tersebut akan dilanjutkan dengan erection baja sampai struktur atap dan pemasangan dinding sekat kios.
"Sesuai rencana untuk pembangunan pasar sayur ditargetkan selesai akhir bulan Desember atau kurang sekitar 2,5 bulan," bebernya.  
Selain pembangunan pasar sayur tahap II. Pada bagian sisi barat pasar sayur juga telah dilakukan pembongkaran 20 kios oleh Diskumdag. Pembongkaran itu bertujuan untuk melebarkan akses jalan bagi pedagang maupun pembeli.
Wakil Wali Kota Batu, Ir. Punjul Santoso M.M menambahkan, pembangunan pasar sayur yang tengah dikerjakan merupakan proyek terbesar di tahun 2019. Khusus pasar sayur, diungkapnya lama pengerajaan diterget 180 hari.
"Pembangunan pasar sayur kini tengah berjalan. Kami harap pihak ketiga bisa menyelesaikan sesuai terget. Sehingga rarusan pedagang yang awalnya berada di depan Pasar Tradisional Batu bisa terakomodir," bebernya.
Setelah selesai dikerjakan, pasar sayur atau pasar los akan menampung pedagang sebanyak 136 orang. Dengan ukuran ruangan 3x5 meter sebanyak 40 unit serta ukuran 3x3 meter sebanyak 96.
Punjul menambahkan, selain pembangunan pasar sayur tahap II. Pemkot Batu bakal segera melakukan revitalisasi pasar besar Kota Batu dari pasar tradisional menjadi pasar induk dengan konsep nuansa pariwisata.
"Untuk konsep sudah ada. Rencananya akan menggunakan desain generasi milenial yang beralih ke pasar digital menjadi konsep Batu Creative Market," bebernya.
Karena itu dengan momentum revitalisasi pada tradisional Kota Batu untuk kembali menjadi roda perekonomian, penerapan konsep dan desain pasar yang lebih kekinian dapat menjadi daya tarik kaum millenial untuk memberdayakan pasar. Bukan hanya sebagai ruang transaksi tetapi juga kreativitas.
Rencananya, untuk revitalisasi pasat Kota Batu, tahun 2019 ini tengah dalam kajian. Kemudian di tahun 2020 mulai dilakukan Proyek Detail Engineering Design (DED). Proyek DED sering disebut juga sebagai perencanaan fisik dengan anggaran sekitar Rp 100 miliar- Rp 150 miliar. (eri/aim)



Selasa, 19 Nov 2019

Elang Putih Lolos Babak Kedua

Loading...