Pembangunan dilakukan Multiyears | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 16 Okt 2019, dibaca : 681 , febri, kris

PROYEK strategis sudah masuk dalam perencanaan Bappeda Kota Batu. Proyek-proyek tersebut bakal dikerjakan mulai tahun 2020 dan harus selesai 2022 sesuai dengan RPJMD Kota Batu.
Kepala Bappeda Kota Batu, M. Chori mengungkapkan, beberapa proyek strategis tersebut dikerjakan secara bertahap setiap tahun. Lima proyek  bakal dimulai 2020.
Lima proyek strategis tersebut meliputi penataan kawasan paralayang gunung banyak yang saat ini masih dalam Detailed Engineering Design (DED) atau perencanaan. Pengerjaan dijadwalkan berlangsung 2021. "Penataan paralayang ini meliputi perluasan lahan landing, penataan parkir hingga jalam tembus. Ini perlu ditingkatkan karena hampir setiap tahun diselenggarakan lomba paralayang tingkat internasional dan berimbas pada peningkatan jumlah wisatawan," bebernya.
Bidang pendidikan ada pembangunan dua sekolah, yakni SDN Sumberbrantas dan SMPN 7 Kecamatan Junrejo. Pembangunan dua sekolah tersebut bertujuan agar terjadi pemerataan pendidikan.
"Untuk SD di Sumberbrantas pembangunan mulai dilakukan 2020. Begitu juga SMP yang merupakan permintaan masyarakat karena tiga kecamatan di Kota Batu hanya Kecamatan Junrejo memiliki satu SMPN," tandas dia.
Ia menambahkan, pembangunan SD membutuhkan anggaran sekitar Rp 5 miliar. Sedangkan pembangunan SMP, anggaran belum terdeteksi karena masih dalam kajian mendalam
Pembangunan bidang kesehatan dengan penyelesaian Puskesmas Beji dan  Bumiaji serta pembangunan Gedung Unit Transfusi Darah (UTD). "Untuk Puskesmas mulai 2020 dengan anggaran  Rp 4-5 miliar," imbuhnya.
Pembangunan Puskesmas di Bumiaji sangat penting karena masyarakat Bumiaji  terlalu jauh aksesnya ke Puskesmas Pandanrejo. Apalagi warga Desa Sumberbrantas butuh Puskesmas lebih dekat.
Sedangkan UTD juga urgent, mengingat PMI Kota Batu selama ini bekerja sama dengan PMI Kabupaten Malang setiap kegiatan donor darah. Begitu pula saat membutuhkan darah, pasien harus ke PMI Kabupaten Malang atau Kota Malang.
Untuk literasi dan edukasi, Pemkot Batu melakukan pembangunan Perpustakaan Kota  2020 dengan biaya Rp 2,5 miliar. Rehabilitasi gedung kesenian dengan plot anggaran Rp 4,5 miliar.
Pembangunan Museum HAM Munir dilakukan Pemerintah Provinsi Jatim tahun 2020. Pembangunan membutuhkan lahan luas 2000 meter persegi di Jalan Sutan Hasan Halim, Kelurahan Sisir Kecamatan Batu.
Sedangkan proyek vital lainnya bergulir mulai 2021 adalah revitalisasi pasar tradisional menjadi pasar induk dengan konsep nuansa pariwisata. Tahun  2020 dilakukan DED dan 2021 dilakukan pembangunan dengan anggaran antara Rp 100-150 miliar.
"Revitalisasi pasar ini sangat penting. Ini karena banyak yang menganggap pasar tradisional kumuh. Nah dengan revitalisasi dengan konsep pariwisata, kami ingin menggeliatkan masyarakat untuk kembali memanfaatkan pasar tradisonal Batu," paparnya.
Sedangkan pembangunan di desa membuat desa mandiri dan mencapai pemerataan ekonomi dengan konsep agrowisata. Konsep itu sesuai dengan visi misi Pemkot Batu.
Setelah dilakukan pembangunan disegala sektor, ungkap Chori, akses transportasi menjadi penting. Karena dengan adanya akses transportasi segala aspek pembangunan dapat dilakukan dengan maksimal.
"Peningkatan dan pengembangan infrastuktur jalan sangat penting. Apalagi Kota Batu sebagai destinasi wisata dan dibukanya pintu Tol Karanglo. Karena itu kami juga membangun jalan tembus di tiga lokasi," paparnya.
Tiga jalan tembus tersebut adalah Pendem - Dapadrejo yang menjadi pintu masuk dari Kecamatan Dau, Kabupaten Malang dengan Kota Batu. Kemudian Kusuma Agrowisata - Toyomerto yang berada di pusat kota dan dikelilingi tempat-tempat wisata, dan Pandanrejo - Sisir yang menghubungkan jalur alternatif Karangploso dengan Kota Batu menuju pusat kota atau Alun-Alun Kota Batu. (eri/feb)



Kamis, 14 Nov 2019

FAKTA Tahun 2015 BPJS Haram

Loading...