MalangPost - Pemain Dikirimi Draf Renegosiasi

Kamis, 13 Agustus 2020

  Mengikuti :

Pemain Dikirimi Draf Renegosiasi

Rabu, 08 Jul 2020, Dibaca : 3870 Kali

MALANG – Ketika pemain Arema FC berkumpul di Malang, 15 Juli mendatang, mereka sudah mengantongi draf renegosiasi. Saat ini, sekretariat Singo Edan tengah mempersiapkan berkas-berkas tersebut, untuk dikirim ke semua pemain.

 

Hal itu dilakukan, agar mempercepat proses renegosiasi gaji dan kontrak pemain. Termasuk pelatih dan asisten pelatih. Diharapkan, draf itu bisa dipelajari, sebelum mereka kembali ke Malang.

‘’Biar cepat saja. Setelah secara informal, kami komunikasi dengan pemain, pelatih dan staf kepelatihan, sekarang kami siapkan draf renegosiasinya. Dalam satu dua hari ini, draf itu kami kirimkan ke semua komponen tim,’’ jelas General Manager Arema, Ruddy Widodo, kepada Malang Post, kemarin.

Landasan yang dipakai untuk renegosiasi itu, sebut Ruddy, adalah surat keputusan PSSI, menyangkut besaran gaji yang diberikan kepada pemain. Pertama, SK PSSI nomor SKEP/48/III/2020, yang mengatur kebijakan pembayaran, yang harus dibayarkan klub kepada pemain selama jeda kompetisi Liga 1. Dalam surat tersebut, klub perlu membayar gaji pemain, pelatih, dan ofisial maksimal 25 persen dari nilai kontrak.

 

Setelah itu, pada 27 Juni lalu, PSSI kembali mengeluarkan surat keputusan. Bernomor SKEP/53/VI/2020. Isinya, tentang kelanjutan kompetisi dalam keadaan luar biasa. Termasuk pemotongan gaji terhadap pemain dan pelatih ketika Liga 1 kembali dimulai.

Bedanya di surat terbaru tersebut, pemotongan gaji komponen tim hingga 50 persen. Berlakunya sebulan sebelum kompetisi. Termasuk tim juga diperbolehkan bernegosiasi ulang dengan pemain dan pelatih terhadap kontrak sebelumnya.

‘’Semua nanti ada di draf yang kami kirim ke masing-masing pemain. Istilahnya kalau kemarin masih informal, sekarang yang formal. Karena situasi sekarang belum memungkinkan tatap muka, dikirim dulu drafnya. Nanti waktu ketemu langsung, mereka sudah tahu apa yang harus diteken,’’ beber Ruddy.

 

Bagaimana jika pemain tidak setuju? Selama proses renegosiasi secara informal dilakukan, Ruddy belum mendapatkan adanya pemain yang menolak pemotongan gaji tersebut. Apalagi, hal itu bukan hanya dilakukan Arema. Seluruh kontestan Ligina 1 2020, melakukan hal yang sama.

‘’Insya Allah semua bisa memahami. Ini bukan keinginan kami. Tapi benar-benar force majeure. Kalau dalam proses renegosiasi secara formal nanti, ada yang tidak mau teken, FIFA meminta dilakukan proses diskusi hingga tiga kali. Jika masih mentok, ya di pending. Kami serahkan ke PSSI untuk diteruskan ke FIFA,’’ imbuh pria kelahiran Madiun ini.

 

Selama waktu pending tersebut, tambahnya, klub diperbolehkan untuk mencari pemain pengganti. Baik itu lokal maupun luar negeri. Tentunya disesuaikan dengan jumlah pemain, yang menolak untuk renegosiasi. (avi)

Editor : Sunaviv
Penulis : Redaksi