MalangPost | Pelintas Malang Wajib Screening, Berlaku di Seluruh Akses

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Pelintas Malang Wajib Screening, Berlaku di Seluruh Akses

Rabu, 01 Apr 2020, Dibaca : 2220 Kali

MALANG - Pemeriksaan terhadap semua warga yang datang ke Kota Malang dan Kabupaten Malang mulai diterapkan, Selasa (31/3) . Semua pelintas wilayah wajib screening di sejumlah posko yang sudah didirikan di berbagai kawasan. Warga yang datang dan pergi wajib melewati serangkaian pengecekan kesehatan hingga tunjukkan identitas diri.

   Baca juga : Posko Sediakan Tempat Isolasi


Posko-posko screening yang didirikan di berbagai kawasan itu fungsinya untuk memutus rantai penyebaran virus Corona. Di Kota Malang, posko screening didirikan di berbagai pintu masuk Kota Pendidikan ini. Di antaranya stasiun kereta api (KA), terminal bus hingga bekerja sama dengan Pemkab Malang untuk siaga di Bandara Abd Saleh.
Salah satu contohnya di Stasiun KA Kotabaru, kemarin. Penumpang yang naik turun kereta wajib diperiksa. Mulai dari pemeriksaan menggunakan thermal gun hingga penyemprotan disinfektan. Personel polisi, TNI, tenaga kesehatan dan berbagai elemen terkait siaga di posko tersebut.  
Kapolresta Malang Kota (Makota), Kombes Pol Leonardus Simarmata menjelaskan, selain pemeriksaan kesehatan, polisi akan memeriksa tujuan dan identitas warga yang masuk maupun keluar wilayah. "Cek dari mana dan mau kemana. Setelah itu, kami beri blanko,” jelasnya.

   Baca juga : Siapkan Anggaran Rp 55 Miliar


Lebih lanjut Leo menjelaskan, pemeriksaan dilakukan sebagai langkah antisipasi bagi warga yang sudah melakukan mudik lebih dulu sehingga memudahkan pengawasan. "Maka dari itu kami lakukan pemeriksaan, utamanya warga Kota Malang yang berasal dari luar kota," imbuh mantan Wakapolrestabes Surabaya ini.
Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan larangan warga Kota Malang bekerja di daerah zona merah tidaklah seketat yang dibayangkan. Imbauan ini secara teknsi ditujukan kepada perangkat wilayah. Yakni camat dan lurah.
Tujuannya  untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan penyebaran virus Corona dengan cara mengawasi pergerakan masuk dan keluar warga. Hal ini ditegaskan Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji melalui Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto.


Teknisnya mulai sejak surat tersebut ditetapkan, Senin (30/3) lalu, maka perangkat wilayah akan memulai pendataan warganya. Warga yang masuk dan keluar wilayah Kota Malang dalam jangka waktu satu bulan terakhir didata.
“Ini dilakukan untuk mempermudah upaya Satgas Covid-19 melakukan tracing. Sehingga ODR  dan ODP terus didapat data ter-update menyeluruh,” tegas Nur Widianto.
Ia menjelaskan perangkat wilayah akan melaporkan data tersebut setiap hari, mingguan hingga bulanan. Jika ada yang memang mencurigakan, terlebih warga mengalami gejala terpapar virus Corona maka protap sesuai surat imbauan akan dijalankan.Yakni melakukan isolasi diri selama 14 hari di rumah sendiri. Sambil kemudian didata dan diawasi perangkat wilayah.
Selanjutnya akan difasilitasi untuk periksa ke puskesmas. Jika memang dalam jangka waktu 14 hari tampak kesehatan membaik maka akan diawasi saja. Sedangkan kalau terdapat gangguan kesehatan maka protap selanjutnya akan dilaksanakan, meningkatkan status ke ODP.  


Bagi warga Kota Malang yang misalnya bekerja di daerah luar kota seperti Kabupaten Malang tetap bekerja seperti biasa tanpa ada halangan. Hanya saja jika orang tersebut mengalami gejala Covid-19 maka diminta agar tetapi mengisolasikan dirinya selama 14 hari.  Terlebih jika bekerja di kawasan zona merah Covid-19.  
Untuk diketahui tiga daerah di Malang Raya ditetapkan sebagai zona merah. Sebab di masing-masing daerah terdapat kasus positif terpapar Corona. (*)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Redaksi