Pelanggar Lalu Lintas di Terapi Keselamatan | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


, 10 Mar 2018, dibaca : 531 , cilog, rista

PASURUAN - Di Pasuruan, pelanggar lalu lintas tidak ditilang. Mereka diberi kalung. Kok Bisa? Ya, cara ini dilakukan Satlantas Polresta Pasuruan saat Operasi Keselamatan 2018. Para pelanggar lalin di wilayah Kota Pasuruan dihentikan. Mereka diberi kalung pelanggaran. Setelah mendapat kalung, para pelanggar lalin lalu digiring ke lokasi di mana terdapat ruang terapi keselamatan. Di ruang terapi keselamatan yang nyaman tersebut para pelanggar lalin langsung disambut para motivator ESQ Riding. Para motivator tersebut langsung beraksi memberikan penyadaran untuk menggugah dan mengubah perilaku dan mental pengendara dengan metode yang belum pernah dilakukan di Indonesia yaitu Hipnoterapi dan ESQ Riding. Para pelanggar yang mendapat hipnoterapi dan ESQ Riding tampak sangat menyesali perbuatannya. Mereka menangis bahkan histeris. Di dalam ruang terapi tersebut para pelanggar juga mendapat sugesti-sugesti baik dan disiplin dalam berlalu-lintas. Setelah itu, para pelanggar dipertontonkan film-film kecelakaan dan film-film edukasi berlalu lintas yang bergenre human interest. Harapannya pelanggar akan menyesal atas pelanggaran yang dilakukan. Metode ESQ Riding sangat efektif menggugah dan mengubah perilaku buruk pengendara, karena seseorang bukan hanya di-brainwash otaknya namun juga digugah hatinya, kata Kapolresta Pasuruan AKBP Rizal Martomo di lokasi, Sabtu (10/3) kemarin. Meurut Rizal setiap pelanggar yang dimasukkan ke ruangan ini Insya Allah sadar akan bahaya sebuah pelanggaran. Dan sikap itulah yang dinamanakan dengan sikap cerdas emosi dan spiritual dalam berkendara. Kapolres Kasatlantas AKP Kadek Ary Mahardika menjelaskan pihaknya akan rutin berkala menerapkan sistem kalung pelanggaran dan terapi keselamatan untuk menekan angka kecelakaan. Semoga ikhtiar-ikhtiar semacam ini terus berjalan untuk menyelamatkan orang-orang terkasih dan generasi-generasi penerus kita, baik mentalnya maupun spiritualnya, karena efek kecelakaan bukan hanya membuat orang jatuh miskin namun juga dapat memicu konflik sosial dan agama, terangnya.



Minggu, 15 Des 2019

Kesempatan Pemain All Out

Loading...