Pelampiasan! | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 25 Sep 2019, dibaca : 1278 , parijon, stenly

MALANG – Terbalas sudah kekalahan di putaran pertama ketika Singo Edan dikalahkan PSS Sleman di laga pembuka Liga 1 2019. Empat gol tanpa balas di Stadion Kanjuruhan, Selasa (24/9) sore membuat punggawa Arema FC bernafas lega.
Mereka berhasil lepas dari tekanan akibat hasil kurang memuaskan di laga sebelumnya. Hasil ini juga menjawab keraguan dan kritikan yang beberapa pekan terakhir mendera tim Singo Edan.
“Ini hasil kerja keras tim. Semua staf, pemain, pelatih berjuang keras tadi sore. Hasil yang kurang memuaskan dalam empat laga sebelumnya, coba kami lampiaskan hari ini,” ujar Gelandang Arema, Hanif Sjahbandi.
Arema FC membuka keunggulan lewat gol penalti Makan Konate pada menit ke-27. Penalti diberikan pada tuan rumah setelah Guilherme Batata hand ball di kotak penalti. Gol kedua pun tercipta melalui Ridwan Tawainella pada menit ke-38. Kemelut di kotak penalti PSS setelah sepak pojok yang dieksekusi Konate bisa dimaksimalkan Ridwan melalui sundulan kepala yang membobol gawang Ega Rizky.
Di babak kedua, tekanan yang diberikan Arema tidak kunjung reda. Situasi itu menyulitkan bagi skuat asuhan Seto Nurdiantoro untuk mengembangkan permainan dan memperkecil kedudukan.
Tekanan yang tidak henti diberikan Arema berujung gol ketiga dari sundulan Rivaldi Bawuo. Ia dengan sempurna mengarahkan bola ke pojok gawang usai menerima umpan silang Alfin Tuasalamony.
PSS semakin menderita delapan menit berselang karena gawang Ega Rizky dibobol untuk keempat kalinya. Kali ini gol tercipta lewat aksi Hanif Sjahbandi.
Hanif Sjahbandi  mengakui kemenangan ini bukanlah akhir. Mereka akan terus berusaha mendapatkan hasil lebih baik di laga-laga selanjutnya. “Semoga kami bisa lebih baik lagi selanjutnya,” tegas dia.
Sebelum pertandingan, memang kritikan dan tekanan mengarah deras ke skuad Arema. Selain faktor empat laga tanpa kemenangan, posisi Arema di klasemen juga kian turun dan kini ke papan tengah. Padahal, sebelum pertengahan musim, Arema masih bertahan di empat besar.
“Kami merasakan tekanan luar biasa. Dalam laga ini, kami bertekad tidak mau Arema turun lagi, karena itu akan tambah menekan tim ini. Kami ingin lepaskan tekanan itu,” paparnya.
Hanif sendiri terlihat sangat emosional, ketika dirinya berhasil mencetak gol keempat bagi Arema. Gol yang seolah telah mengakhiri dahaga kemenangan Arema.
“Ya memang kami sangat lega. Salah satunya kami bisa menang, tentu saya sangat terlihat ingin menang dan meluapkannya ketika mencetak gol,” tambah dia.
Dia mengakui, dalam setiap pertandingan dirinya mencoba untuk selalu bermain terbaik. Ia ingin memuaskan tim yang dia bela, yang telah menggaji dirinya.
“Saya kerja di sini karena Arema membayar saya. Jadi saya wajib memberikan  lebih dari 100 persen dan  berkorban untuk tim ini,” tandas Hanif. (ley/jon)



Kamis, 12 Des 2019

Datangkan Hamka, Tetap Keropos

Kamis, 12 Des 2019

Gak Niat Menang!

Minggu, 01 Des 2019

Kemenangan Makin Jauh

Loading...