Pelaku Pemerkosaan Ngaku Khilaf, Istri Hamil Muda - Malang Post

Sabtu, 23 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 1117 , Halim, agung

MALANG - Khoirul Fanani, warga Jalan Anggrek, Kelurahan Cepokomulyo Kecamatan Kepanjen,  kemungkinan besar tidak bisa mendampingi istrinya, saat melahirkan anak keduanya nanti. Karena pria berusia 25 tahun ini, harus menjalani masa hukuman di balik terali besi. Dia ditahan di Polres Malang karena kasus perkosaan. "Istri saya sekarang sedang hamil anak kedua. Usia kandungannya baru dua bulan," ucap Khoirul Fanani, bapak satu anak ini.
Dalam pemeriksaan penyidik, tersangka mengelak tuduhan perkosaan. Dia mengatakan kalau perbuatan persetubuhan karena dasar suka sama suka. Tersangka mengaku tidak memaksa ataupun mengancam korban. "Saya tidak memaksanya," ujarnya.
Dikatakannya, bahwa dia dengan korban baru kenal saat kejadian itu. "Saya khilaf saat melakukan itu. Sebab saya nafsu ketika melihat dan ngobrol dengannya," tuturnya.
Khoirul Fanani, sejak Rabu (22/8) harus berurusan dengan polisi. Pemuda berusia 25 tahun ini, diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Satreskrim Polres Malang. Tuduhannya karena melakukan pemerkosaan.
Korbannya sebut saja bernama Mawar, 13, warga Dusun Krajan, Desa Jatiguwi, Sumberpucung. Mawar adalah karyawan toko spare part di Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen. Perkosaan terjadi, ketika sore itu sekitar pukul 16.30, tersangka datang ke hotel. Kedatangannya untuk mengambil sepeda motor yang hendak diperbaiki. Kebetulan, pemilik hotel juga sekaligus pemilik toko onderdil tempat korban bekerja.
Selang 10 menit kemudian, saat berada di hotel itu, pelaku melihat korban yang berjalan ke kamar mandi. Korban saat itu hendak mandi. Melihat situasi sepi, pelaku lantas muncul niatan untuk mesum. Ia mendekati korban yang berjalan. Kemudian menarik paksa tubuh korban masuk ke dalam kamar mandi.
Usai melampiaskan nafsunya, pelaku langsung kabur. Korban yang trauma, keesokan paginya mengadu kepada juragannya. Selanjutnya, kejadian itu dilaporkan ke Ketua RT setempat.
Untuk menghindari amukan massa, Ketua RT lantas menghubungi Bhabinsa serta Bhabinkamtibmas. Kemudian bersama-sama mengamankan pelaku, yang selanjutnya diserahkan ke Polres Malang.(agp/lim)



Loading...