Pelaku Curanmor Keji 14 Lokasi Tak Berkutik

Jumat, 05 Juni 2020

  Mengikuti :


Pelaku Curanmor Keji 14 Lokasi Tak Berkutik

Selasa, 31 Mar 2020, Dibaca : 4014 Kali

SURABAYA - Komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) berhasil dibekuk Unit Jatanras Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Dari hasil penangkapan, petugas mengamankan orang dua tersangka.

Kedua tersangka Arif Akbar Rafsanjani, 22, warga Krembangan Bhakti X, Kecamatan Krembangan, Surabaya dan Rahman Ramadoni, 26, warga Jalan Dapuan Tegal, Perak Timur, Kecamatan Pabean Cantian, Surabaya. 

Tersangka ini selama beraksi menggunakan berbagai modus. Salah satu modusnya berpura-pura sebagai pembeli ponsel di online shop. Kemudian tersangka mengajak pembeli bertemu untuk melihat kondisi ponsel yang akan dibelinya itu. Namun bukannya  membeli ponsel itu, tersangka membawa kabur motor korban. 

Komplotan ini juga menggunakan modus berkeliling untuk mencari sasaran. Setelah mendapatkan sasaran, keduanya langsung merusak kunci kontak motor incarannya. 

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP Dimas Ferry Anuraga mengatakan, tersangka membawa lari motor curiannya dengan cara didorong. “Beberapa kali tersangka melukai korban dengan cara merampas secara paksa motor di tempat sepi,” kata Dimas, (30/3). 

Pengungkapan  komplotan curanmor ini berawal dari adanya informasi masyarakat bahwa di Jalan Sawah Pulo III, Surabaya ada praktik jual beli kendaraan bermotor hasil curian. Ketika dicek ke tempat kejadian perkara (TKP) dan mengantongi identitas tersangka. Ternyata benar, ditemukan kedua orang tersebut. “Mereka ini berpindah-pindah tempat dari hotel ke hotel untuk menghindari polisi,” jelasnya. 

Saat diinterogasi, keduanya mengaku telah mencuri motor di 14 TKP diantaranya di kawasan Tanjung Perak, Genteng, Sawahan, Gubeng, Tegalsari, Kebonsari, Lidah Kulon, dan Pagesangan. Mereka beraksi sudah setahun terakhir dan hasilnya digunakan untuk membeli sabu-sabu (SS). 

Dari tangan tersangka, ditemukan dua motor yang Kawasaki Ninja warga Hijau dan Honda Vario yang digunakan sebagai sarana. Satu unit kendaraan Honda Vario bernopol L 6412 OE hasil dari curian, satu kunci L modifikasi, dan satu buah kunci remote. 

“Hasil curian itu, dijual ke wilayah Madura dengan harga Rp 2 juta hingga Rp 5 juta per unitnya. Kemudian digunakan untuk booking hotel dan pesta sabu,” tandasnya.(jpg/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : jpg