Pelajaran IPA itu Seru dan Menyenangkan | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 01 Nov 2019, dibaca : 714 , rosida, imam

MALANG - Siswi MIN 1 Kota Malang Talita Alya Nabilah menyukai segala hal yang berbau eksperimen dalam pelajaran IPA. Baginya, banyak hal yang menarik untuk dipelajari. Terlepas dari kesulitan yang ada di pelajaran tersebut, IPA mengajarkan siswa tentang fenomena alam yang menarik. Misalnya tentang fotosintesis, cahaya, gunung meletus dan lain sebagainya. Berangkat dari kesukaannya bereksperimen ia menyukai IPA. Sehingga nilai IPA di rapornya selalu memuaskan.
"Menurut saya IPA itu seru dan menyenangkan, saya selalu bersemangat setiap pelajaran IPA," katanya.
Prestasinya di bidang IPA, membuat guru percaya kepadanya untuk mengikuti Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019. Mulai dari tingkat kota, provinsi hingga lolos ke tingkat nasional.
Semua tahapan tersebut dilaluinya dengan mulus tanpa ada kendala yang berarti. Dan kepercayaan guru dibayarnya dengan tuntas. Talita sukses membawa medali emas dalam final KSM Tingkat Nasional beberapa waktu lalu di Kota Manado.
"Alhamdulillah saya senang bisa mempersembahkan medali emas KSM untuk sekolah," ungkapnya.
Memang untuk mencapai hasil yang terbaik dibutuhkan tahapan. Seperti halnya dengan Talita. Mendapat medali emas dalam KSM, juga tidak serta merta. Ia pernah gagal dalam ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama RI tersebut.
Tepatnya saat masih kelas 4. Dari kegagalan tersebut, ia belajar banyak untuk meningkatkan kemampuannya dengan pantang menyerah.
"Dulu waktu kelas 4 tidak dapat medali, sempat sedih, tapi saya tidak menyerah, harus belajar lebih giat agar hasilnya bisa lebih baik," ujar siswi kelas 6 ini.
KSM 2019 memberikannya banyak pengalaman. Baik pengalaman dengan bertambahnya ilmu, juga pengalaman dengan bertambahnya teman.
Tambahan ilmu didapatkan Talita saat melaksanakan uji hidrogen peroksida saat babak final KSM. Di babak final tersebut ada sesi eksperimen untuk mengetahui hati sapi yang sudah direbus dengan yang tidak. "Kalau hati sapi diberi hidrogen peroksida kemudian berubah warna, itu artinya menghasilkan enzim dan menunjukkan kalau hati itu masih segar belum dimasak," terangnya.  
Putri pasangan dari Ali Wahdi dan Murtini Rahayu mengaku harus ekstra hati-hati saat bereksperimen, agar tidak terjadi kesalahan. Sementara waktu yang tersedia sangat terbatas. Karena tidak hanya satu, tapi ada empat eksperimen yang harus diselesaikan dalam waktu tiga jam. "Benar-benar harus bisa mengatur waktunya, agar tidak terbuang percuma," imbuhnya.
Selain sesi eksperimen, di babak final para peserta KSM juga diberikan soal teori berbasis computer. Ada 40 soal pilihan ganda yang harus diselesaikan dalam waktu 90 menit. “Alhamdulillah semuanya lancar, meski sempat kesulitan karena diantara sosal yang ada menggunakan bahasa arab,” kata dia. (imm/sir/oci)



Kamis, 05 Des 2019

Ilmu Lebih Penting Dari Gaji

Loading...