Pelajar Dapat Angkutan Gratis | Malang Post

Kamis, 12 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 11 Sep 2019, dibaca : 636 , mp, kris

BATU - Angkutan gratis bagi pelajar di Kota Batu direncakanan mulai beroperasi tahun 2020. Saat ini angkutan gratis yang akan memanfaatkan angkutan umum tersebut, masih dalam kajian oleh Bappeda, Dindik, Dishub, dan Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batu.
Kepala Bappeda Kota Batu, M. Chori menegaskan, bahwa rencana transportasi gratis bagi pelajar di Kota Batu tinggal sedkiti lagi. Pasalnya ia sudah mengganggarkan angkutan gratis tersebut dari APBD 2020 sekitar Rp 2 miliar.
"Masih banyak kajian yang menjadi pertimbangan untuk merealisasikan angkutan gratis. Meski begitu kami sudah menganggarakan dan diharap bisa direalisasikan pada tahun 2020," ujar Chori Selasa (10/9) siang.
Ia menjelaskan, dengan adanya angkutan gratis bagi pelajar di Kota Batu, bisa menekan terjadinya kemacetan di Kota Batu. Selain memberi bantuan bagi pelajar melalui dana BOS melalui APBD.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Eny Rachyuningsih membenarkan jika angkutan gratis bagi pelajar tengah dalam kajian.
"Untuk kendaaran gratis kini sedang digodok dengan Dishub dan Organda," imbuhnya.
Lebih kanjut, Dinas Pendidikan nantinya akan mensuplai jumlah siswa dengan alamatnya. Sehingga, mana saja rute yang bisa dilewati angkot dengan alamat siswa.
"Untuk detailnya kami belum tahu. Mulai dari rute dan mana saja lokasi ngetem bagi angkot. Namun yang pasti antar kecamatan akan ada titik ngetem bagi pelajar," bebernya.
Menurut Heni, kebijakan angkot gratis ini bisa sejalan dengan sietem zonasi yang telah diterapkan. Dengan begitu siswa akan lebih mudah untuk rute transportasi dari rumah siswa ke sekolah.
"Setidaknya dari pembahasan yang sudah dilakukan. Nanti angkot di Kota Batu akan diberi stiker. Itu bisa dimanfaatkan oleh pelajar tingkat SD hingga SMA, saat berangkat dan pulang sekolah. Baik negeri dan swasta di jam tertentu," tuturnya.
Sedangkan dari Dishub, diungkap oleh Kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu, Susetya Herawan bahwa pihaknya masih menunggu kajian dari Bappeda. Baik dari rute hingga shalter angkutan umum. (eri/mp)



Loading...