Pegang Teguh Tiga Prinsip Pesan Orang Tua

Selasa, 22 Oktober 2019

  Follow Us

Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 1101 , aim, fino

Kehidupan Letkol Laut Hariono  berubah 180 derajat, sejak dia masuk menjadi taruna Akabri Laut 1997.  Dia belajar dengan sangat serius dan bekerja keras selama menjadi taruna. Hingga akhirnya lulus tahun 2000 dan masuk lima besar lulusan Akmil terbaik.
Dia diangkat menjadi perwira laut dan kali pertama bertugas di KRI Teluk Berau sebagai asisten perwira senjata. Karirnya terus bergerak setelah tahun 2006 diangkat sebagai pengasuh taruna di Lemdik. Tahun 2010 dia sekolah lanjutan perwira dan diangkat sebagai mayor laut.
Dia menjabat Kadep Ops KRI Untung Suropati, lalu menjadi Staf Ops Armada II, sebelum menjadi Komandan KRI Sungai Gerong 906. Tahun 2017, Hariono menjalani pendidikan perwira lagi, dan menjadi Letkol Laut. Hariono menjadi 10 besar lulusan terbaik Seskoal dan dihadiahi liburan ke Korea Selatan.
Setelah ini, Hariono menjadi Komandan KRI Teluk Sangkuriang 542, Komandan KRI Teluk Mandar 514, dan saat ini menjabat Komandan KRI Makassar 590. Hariono menyebut, semua kerja kerasnya dalam mengabdi di TNI AL, tak lepas dari kondisi kehidupannya di masa muda yang susah, tapi tetap dalam bimbingan dan ajaran dari orang tuanya.
“Saya ini dari keluarga orang tidak punya dalam hati kecil saya selalu ingatkan diri agar terus bekerja keras, loyal kepada atasan, ikhlas, apapun yang sudah perbuat dilihat dan tidak diihat, urusan Yang Kuasa. Yang penting  saya selalu berupaya, untuk tidak menyakiti orang lain dalam perilaku dan kata-kata saya,” jelas suami dari Eris Widayanti SE itu.
Selama bertugas di TNI AL, Hariono telah menjelajahi dunia. Malaysia, Brunai, Thailand, Amerika Serikat, Meksiko, Jepang dan berbagai negara sudah disinggahinya bersama KRI kebanggaan NKRI. Dia telah mengarungi tiga samudra, Samudra Pasifik, Hindia dan Atlantik.
Dia juga merasakan pergi ke Honolulu Hawaii, San Diego, serta melewati kanal Panama. Dengan semua pengalaman ini, Hariono merasa bersyukur atas pesan dan didikan orang tuanya. “Tiga prinsip dari orang tua, adalah eling, ati-ati lan waspodo. Eling itu ingat pada Tuhan,ati-ati itu agar selalu menjaga tingkah laku dan tutur kata, serta waspodo itu harus selalu waspada terhadap semua kemungkinan,” tambahnya.
Kepada seluruh anak-anak muda Malang dan Indonesia, Hariono meyakini sangat banyak yang bernasib sama seperti dirinya ketika masih remaja. Lahir dari keluarga kurang mampu, bukan alasan untuk tidak bisa meraih mimpi dan cita-cita.
“Bercita-citalah setinggi langit, kalaupun jatuh, kamu akan jatuh ke awan. Yang menentukan kesuksesan, bukan orang lain tapi diri sendiri. Jangan pernah lupa, selalu sayangi orang tua, karena awal kesuksesan selalu dari doa orang tua,” tutupnya.(fin/aim)



Selasa, 22 Okt 2019

Target Lanjutkan Kemenangan

Selasa, 22 Okt 2019

Misi Tinggalkan Zona Degradasi

Loading...