MalangPost | Pedagang Setuju, Setelah Revitalisasi Dijadikan Tujuan Wisata

Sabtu, 06 Juni 2020

  Mengikuti :


Pedagang Setuju, Setelah Revitalisasi Dijadikan Tujuan Wisata

Rabu, 18 Mar 2020, Dibaca : 4773 Kali

DISKUSI Malang Post Forum yang digelar Jumat (13/3) sepakat Pasar Besar Kota Batu harus direvitalisasi. Namun ada syarat yang harus dipenuhi setelah pasar direvitalisasi dengan anggaran Rp 200 miliar itu. Yakni pelaku wisata harus ikut mendorong wisatawan berkunjung ke pasar setelah usai dibangun. Ini merupakan salah satu cara mengembalikan kejayaan Pasar Besar Kota Batu.

Himpunan Pedagang Pasar (HPP) Kota Batu sepakat pasar direvitalisasi. Perwakilan Pedagang Pasar Batu, Heri Setiawan mengatakan secara garis besar pedagang mendukung pembangunan Pasar Besar Kota Batu. Tujuannya agar pasar induk itu kembali bergeliat dengan aktivitas perdagangan.
"Untuk mengembalikan kejayaan Pasar Batu kami setuju pasar dibangun. Namun syarat pedagang meminta ukuran kios dan los sama dengan ukuran lama,” katanya dalam diskusi di DPRD Kota Batu itu.
Ia mengingatkan hal tersebut karena dari luas pasar 3,5 hektare, rencana pembangunan diplot seluas 1,2 hektare. “Kami berharap usulan kecil ini diterima. Sehingga kami maju terus dan visi misi wali kota tetap berjalan dan dapat nilai positif dari pusat," ujar Heri dalam diskusi.


Pedagang meminta agar sinergi semua pihak melalui diskusi yang digelar Malang Post bisa dimanfaatkan sebagai wadah yang baik untuk menampung aspirasi. "Anggaran Rp 200 miliar bisa menjadi racun atau madu. Sehingga pembangunan harus benar-benar dibangun bersama.
Sekretaris HPP Kota Batu, Arif Setiawan menambahkan,  pembangunan pasar besar harus didukung dengan kebijakan yang tegas dari pemda. Terutama terkait Perda Kota Batu Nomor 2 Tahun 2019 tentang Perlindungan, Pembinaan, dan Penataan Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan yang harus ditegakan.
"Kami minta perda ini diterapkan. Misalnya jarak toko modern seperti mini market yang harus berapa meter dari pasar tradisional. Saat ini tak jauh dari pasar, tidak sampai sekitar 500 meter dari Pasar Besar Batu ada mini market,” bebernya.


Kepala Disparta Kota Batu Imam Suryono mengatakan, pembangunan pasar besar harus mampu mengembalikan kejayaan pasar. Sedangkan dari sisi pariwisata bisa meningkatkan kunjungan wisatawan.
Imam memaparkan pasar yang baik adalah pasar yang berhubungan dan menunjang dunia pariwisata. Di antaranya, harus aman, kemudian bersih yang meliputi parkir, tidak becek dan tak kotor. Untuk luasan lahan parkir Pasar Besar Batu sudah memenuhi syarat.


Kemudian tertib, harus sejuk atau suasana yang nyaman serta indah. Dengan begitu pengunjung baik pembeli atau wisatawan akan kerasan dan berlama-lama di pasar.  SDM  pun harus ramah.
"Konsep pasar tradisional seperti ini telah diterapkan di Thailand. Di sana pasar tradisional jadi objek pariwista,” kata dia.
Mantan Kasatpol PP itu berpesan bahwa peluang ini (pembangunan.red) jangan sampai ditolak. "Jadi jangan sampai malah orang luar Kota Batu yang memanfaatkan potensi daerah wisata ini. Sehingga nantinya malah membuat warga asli iri," imbuhnya.


Begitu juga dengan Didik Sulistio, perwakilan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kota Batu. Menurut dia, pasar besar punya potensi besar sebagai tempat transit wisatawan. Mengingat lahan parkir yang luas. Ini menurutnya menjadi kesempatan sebagai tour guide untuk memperkenalkan Kota Batu kepada wisatawan yang datang.
"Padar tradisional punya daya tarik sendiri bagi wisatawan. Contohnya saja Pasar Beringharjo Jogja. Di sana tidak hanya menjual batik, tapi juga barang-barang antik lengkap dengan kuliner tradisional. Dari apa yang ditawarkan itu, kami bisa cerita ke wisatawan tentang potensi itu,” paparnya.


Karena itu, ia berharap revitalisasi pasar besar mengangkat potensi wisata  yang ada di Kota Batu. Paket wisata yang ditawarkan tak hanya ke tempat wisata. Tapi juga ke Pasar Besar Kota Batu. Bila perlu ia meminta agar ada perda yang mewajibkan wisatawan transit ke Pasar Besar Kota Batu dan mewajibkan guide lokal mengantar wisatawan ke pasar tersebut.
Sedangkan perwakilan Kadin Kota Batu, Heri Maskur menambahkan pentingnya transparansi pedagang pasar besar untuk melihat jumlah pedagang. Dengan begitu bisa diperkirakan pasar besar akan dibangun berapa bedak dan berapa los. Kemudian dalam penataan harus ada asas keadilan agar tidak menimbulkan polemik.
"Terakhir, alangkah baiknya sekarang pasar mulai ditata untuk penguatan UPT dan kebersihan. Selain itu alangkah baiknya diskusi ini bisa digelar kembali dengan mengundang semu instansi yang terkait. Seperti Dishub, Dinas Pertanian, hingga tukang parkir," pungkasnya. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto