Pecahkan Solusi Persoalan Pangan Hingga Lingkungan | Malang Post

Selasa, 10 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 26 Agu 2019, dibaca : 384 , Rosida, mp

MALANG - Tahun ketiga penyelenggara International Conference on Green Agro-Industry and Bioeconomy (ICGAB) oleh Fakultas Teknologi Pangan (FTP) Universitas Brawijaya (UB) kali ini fokus untuk menemukan solusi pangan, energi, hingga lingkungan.
Ketua pelaksana ICGAB Dr. Agustin Krisna Wardani menyebut bahwa setidaknya terdapat 13 topik yang akan diulas bersama pada sesi-sesi pararel.
"ICGAB jadi wahana untuk ketemu bareng semua pihak. Mulai dari akademisi, industri, Non Government Organization (NGO), hingga pemerintah sebagai pengambil kebijakan. Intinya kita bahas harus fokus terhadap lingkungan, terdapat 13 topik yang kita tawarkan yakni mulai dari agriculture science, dan lain sebagainya," terangnya usai sesi pembukaan ICGAB yang dihadiri oleh 200 peserta tersebut.
Tak hanya itu, pada konferensi yang dibuka oleh pakar pendidikan UB Prof. Dr. Hendrawan Sutanto, M.Rur., Sc ini juga membahas terkait dengan pengelolaan limbah hasil produksi pangan.
"Seperti added value (nilai tambah) pada pinnapple waste (limbah buah nanas) yang dibawakan oleh salah satu keynote speaker. Selain itu juga terdapat pembahasan mikrobiologi, untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia, supaya dunia tetap berkualitas untuk dihuni manusia," lanjut Dr. Agustine.
Ditambahkannya, bahwa selama 3 tahun penyelenggaraan konferensi berturut-turut, ICGAB telah mengumpulkan setidaknya 750 delegasi dari perguruan tinggi nasional maupun internasional. Tahun ini, hadir akademisi dari negara-negara yang berbeda dari tahun sebelumnya. Tujuannya adalah untuk meningkatkan jaringan kolaborasi internasional.
"Sebenarnya tidak seragam dengan tahun sebelumnya. Sengaja kita undang akademisi negara-negara yang berbeda, karena kita ingin sharing pengetahuan dengan cakupan yang lebih luas. Seperti sekarang dari Amerika Serikat, kita ingin tahu bagaimana penerapan konsep keberlanjutan di sana. Ke depannya mungkin akan kita undang dari Belanda atau dari negara lainnya juga," tandasnya.
Penyelenggaran ICGAB sangat relevan dengan visi, misi dan perencanaan strategis FTP. Sebab persoalan pangan, energi, dan lingkungan bukan semata-mata hanya persoalan Indonesia, tetapi juga menjadi tantangan dunia dalam memberikan solusi konstruktif terhadap problematika ketahanan pangan dan gizi serta masalah energi. Dalam dua tahun terakhir, FTP telah berhasil menyelenggarakan Konferensi Internasional tentang Green Agroindustri dan Bioekonomi (ICGAB) dan dihadiri oleh peserta internasional. Lebih lanjut, penyelenggaraan ICGAB tersebut menjadi bagian dari serangkaian kegiatan international yang diselenggarakan oleh FTP.
Sejak 3 bulan terakhir, FTP UB telah menyelenggarakan kegiatan yang diikuti sejumlah negara yakni international Youth Scietific Seminar and expo, international student community services. Dalam waktu dekat, FTP juga akan menyelenggarakan international short course on traditional food dan Asia workshop on start up digital on agroindustry.
"Selain itu, kerja sama melalui MoU jelas kita lakukan setelah konferensi ini, sebelumnya kerjasama tingkat fakultas akan kita naikkan ke level universitas. Agar semua fakultas bisa bekerja sama," imbuhnya
Sementara itu, FTP UB secara serius menangani berbagai isu  strategis  seperti ketahanan pangan dan keamanan pangan, pengembangan sumber daya energi terbarukan, pengelolaan limbah, dan degradasi lingkungan. Dalam rangka ini, FTP UB mendorong staf dosen untuk berpartisipasi dan  berkontribusi serta  memperoleh grant  penelitian internasional dan kompetisi ilmiah yang bertujuan untuk mengatasi masalah global. (mg3/oci)



Loading...