Pecah Kongsi Rebutan Pringgitan, Sekda Nantang Plt Bupati di Pilbup - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Minggu, 08 Sep 2019, dibaca : 3472 , vandri, agung

SEKDA Kabupaten Malang Ir. Didik Budi Muljono, MT terang-terangan menantang Plt Bupati Malang Drs. HM Sanusi. Didik melawan bosnya yang masih gamang rebutan kursi Bupati Malang. Aroma jalan sendiri-sendiri menggalang dukungan menyeruak. Birokrasi jadi rebutan, aparatur sipil negara (ASN) bakal terseret politik praktis.
Didik Budi Muljono running Pilkada dengan mendaftar sebagai bakal calon (balon) Bupati Malang di PDI Perjuangan. Ia bergegas pada hari pertama pendaftaran di partai pemenang Pemilu ini Kamis (5/9) lalu.


Birokrat senior itu selangkah lebih maju dibanding atasannya di Pemkab Malang, HM Sanusi. Sampai tadi malam, Sanusi belum memastikan kendaraan politiknya. Tampaknya politisi senior PKB ini masih menunggu.
Desas desus upaya menggalang kekuatan politik di birokrat makin santer. Apalagi Plt Bupati HM Sanusi dan Sekda Kabupaten Malang, Didik Budi Muljono sama-sama punya power. Sanusi pembuat kebijakan walau wewenangnya terbatas lantaran belum definitif jadi bupati, sedangkan Didik pejabat karir tertinggi di Pemkab Malang. Ia punya kekuatan mengendalikan organisasi perangkat daerah (OPD) karena atasan langsung ASN.
Jalan sendiri-sendiri menggalang kekuatan politik makin terang. Jelang mendaftar Pilbup di PDI Perjuangan, Sanusi dan Didik sudah tak jalan bareng di acara Pemkab Malang. Contoh paling tampak ketika pembukaan Expo Pembangunan 2019 di luar  Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Rabu (4/9) lalu.
Keduanya sama-sama datang di acara pembukaan yang dihadiri Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Drs. Suhanto, MM. Sanusi dan Didik terlihat saling menjauh dan menghindar. Keduanya jalan sendiri saat keliling ke setiap stand.
Sanusi mengunjungi stand peserta bersama Drs. Suhanto, MM dan Ketua Sementara DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. Sementara Didik Budi Muljono, jalan sendiri didampingi beberapa pejabat Pemkab Malang. Mereka sama-sama menyapa dan berdialog dengan warga.  
Begitu juga Jumat (6/9) lalu saat Sanusi menyerahkan hadiah pemenang kontes hewan ternak di luar Stadion Kanjuruhan. Ia tak didampingi Sekda Didik Budi Muljono. Saat pembukaan Festival Kesenian Kawasan Selatan di Tumpang, Jumat (6/9) malam, Didik tak tampak. Sedangkan Sanusi hadir.
Terkait majunya dua pimpinan birokrasi ini, beberapa pejabat di Pemkab Malang memiliki berbagai pandangan. Salah satu pejabat meyakini, Sanusi dan Didik akan berebut dukungan pejabat. Baik di  OPD, camat hingga kepala desa (kades).
"Pastinya juga akan ada kubu untuk saling mencari dukungan," kata salah satu pejabat di lingkungan Pemkab Malang yang meminta tak menyebut identitasnya. Kubu yang dimaksud yakni pendukung Sanusi dan pendukung Didik.
Meskipun dalam Pilkada 2020  Sanusi dan Didik bakal saling menjegal, tetapi terkait birokrasi tidak akan terdampak. Mereka akan menjalankan tugas sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). "Kalau masalah birokrasi dan program kerja, tidak ada masalah. Hanya hubungan emosional pribadi saja yang mungkin akan terdampak," ujarnya.
Urusan internal birokrasi di Pemkab Malang memang sensi. Salah satu contohnya mutasi bermasalah beberapa waktu lalu. "Kalau soal itu (mutasi, red) tergantung keduanya (Sanusi dan Didik, red) bagaimana bersikap dan mensikapi. Tetapi kalau saya, profesional saja. Sebab selama menjabat kepala dinas, memang tidak mau terlibat politik praktis," tuturnya.
Kekhawatiran kubu-kubuan juga diungkapkan pejabat lain. Sejumlah pejabat Pemkab Malang yang ditemui Malang Post mengatakan, jika Sanusi dan Didik bertarung di Pilkada, dipastikan akan ada dua kubu di birokrasi. Satu kelompok mendukung Sanusi, satu kubu  lagi sebagai pendukung Didik. "Itu tidak mungkin dipungkiri. Karena mereka pastinya juga akan mencari dukungan ketika nantinya maju," ujarnya.  (agp/van)



Kamis, 21 Nov 2019

Serba Mandiri

Loading...