Pawai Budaya Dikonsep Lebih Spektakuler | Malang Post

Senin, 09 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 08 Sep 2019, dibaca : 954 , udi, ira

MALANG - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang menggelar Pawai Budaya, dalam rangka Hari Jadi ke-1259 Kabupaten Malang, yang dilaksanakan di Jalan Lintas Barat (Jalibar Kepanjen). Rencananya, kegiatan itu digelar pada Sabtu (28/9) mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Dr Made Arya Wedanthara, mengatakan, Pawai Budaya yang menjadi rangkaian Malang Beach Festival (MBF) 3, ini digelar dengan konsep berbeda.
"Selain tempatnya berbeda dengan tahun sebelumnya, konsepnya juga berbeda. Yang pasti Pawai Budaya ini akan berlangsung meriah," ungkapnya.
Dia menjelaskan, konsep berbeda tersebut karena tahun ini dipisahkan antara pawai mobil hias dan atraksi budaya. "Startnya jam 15.00, diawali dengan pawai mobil hias. Di pawai mobil hias, kendaraannya harus dihias semenarik mungkin, tidak boleh asal-asalan. Setelah pawai mobil hias, kemudian dilanjutkan dengan atraksi seni dan budaya oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta instansi lain ataupun lembaga lain," ungkapnya.
Dia menyebutkan, atraksi seni dan budaya digelar malam karena ingin membuat suasana berbeda. Selain tampilan dari peserta yang menarik, panitia juga akan menyiapkan lighting yang menarik. "Sepanjang jalan yang menjadi rute pawai budaya ditambah dengan lighting, sehingga spektakuler," tambahnya.
Menurut Made, untuk pagelaran Pawai Budaya itu tidak berjalan sendiri, tapi dibantu OPD lain. Tak terkecuali Dinas PU Bina Marga dan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya. "Kami sudah koordinasi dengan DPUBM untuk kesiapan jalannya yang menjadi rute Pawai Budaya, dan DPKPCK untuk lightingnya," tambahnya.
Pria asal Bali ini menjelaskan, alasan memilih Kepanjen sebagai tempat digelarnya Pawai Budaya, tak lain karena ingin mengubah mainset masyarakat tentang Kepanjen. Menurut dia, mainset masyarakat mengatakan Kepanjen kota yang sepi. "Melalui event ini, kami akan membuat suasana Kepanjen meriah. Tidak hanya di siang dan sore hari, kemeriahan juga dapat dirasakan pada malam hari," ungkapnya.
Disinggung dengan jumlah peserta, Made mengatakan banyak, dan lebih banyak di tahun sebelumnya. "Karena tempatnya lebih dekat, sehingga animo dari OPD dan lembaga lain mengikuti kegiatan ini lebih banyak," tuturnya.
Dengan kemeriahan yang disajikan, kata Made, akan banyak warga yang melihat, termasuk wisatawan dipastikan meningkat. "Tujuan utama kami, terkait kegiatan MBF 3 ini adalah, selain memberikan wadah bagi OPD berkreasi, sekaligus meningkatkan kunjungan wisata. Dia mengatakan, jika tahun ini mentargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung di Kabupaten Malang mencapai 10 ribu wisatawan. Yang terbaik wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.
Sementara rangkaian MBF 3 tahun 2019 akan dimulai pada 27 September 2019, satu hari sebelum Pawai Budaya. Dengan gelaran Petik Laut 2019. Rencananya Petik Laut digelar di Pantai Sendang Biru. "Akan ada beberapa kegiatan untuk MBF3. Tapi hanya satu saja yang tidak digelar di Pantai, yaitu pawai budaya," tandasnya. (ira/udi)



Loading...