MalangPost | Pasukan Disinfektan Melawan Virus Corona, Berangkat Pagi, Istirahat 30 Menit

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Pasukan Disinfektan Melawan Virus Corona, Berangkat Pagi, Istirahat 30 Menit

Minggu, 29 Mar 2020, Dibaca : 4155 Kali

PMI Kota Malang kebanjiran permintaan penyemprotan disinfektan, dari instansi hingga warga. Sementara Tim PMI hanya berkekuatan 20 personel. Maka pilihannya setiap hari harus berkeliling kota. Dalam sehari tercatat 1.000 liter cairan disinfektan dihabiskan. Herin Fikri Naufal Zhorifah merupakan salah satu anggota relawan Tim PMI. Sejak Senin (23/3) lalu, ia dan teman-temannya keliling wilayah menyemprot disinfektan. Mulai dari perkampungan warga, masjid hingga lembaga pemasyarakatan (lapas). "Hingga hari kelima, kami sudah melakukan penyemprotan di 25 titik," kata pria berkacamata ini. Mereka butuh energi besar setiap melakukan penyemprotan disinfektan. Misalnya di salah satu sekolah terdiri dari empat lantai, maka semua sisi bangunan sekolah disemprot. "Ya naik tangga tanpa lift,” katanya. Terkesan mudah tapi sebenarnya capek dan ribet. Sebab naik turun tangga membawa peralatan penyemprotan lengkap dengan cairan disinfektan seberat 18 liter. Sudah begitu, kenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap berupa masker, helm, kacamata google, sarung tangan, sepatu boot hingga pakaian khusus. Waktu kerja sejak pagi pukul 08.00 hingga 17.00 WIB secara bergantian. Dari satu tempat ke tempat lain hanya punya waktu istirahat 30 menit. Selain itu harus siapkan lagi perlengkapan, termasuk cairan disinfektan. "Cairan disinfektan kami buat sendiri. Namun, tetap dalam pengawasan dan arahan ahli farmasi dan kimia," imbuh Naufal. Sebelum berangkat, selalu dipastikan kondisi setiap anggota tim harus sehat. Jika ada gejala sakit, langsung diminta stand by di kantor PMI Kota Malang. "Kami juga diberi asupan vitamin dan nutrisi dari PMI Kota Malang. Setelah selesai kegiatan, langsung mandi dan menjaga kebersihan diri," kata warga Jalan Sumbersai, Kota Malang ini.(tea/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Amanda Egatya