Pasarkan Produk Lokal Hingga Seluruh Indonesia | Malang Post

Senin, 20 Januari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 14 Des 2019,

SUKSES merupakan impian dan cita-cita semua orang, salah satunya dalam hal karir atau pekerjaan. Hanya saja, untuk mewujudkan itu semua tidaklah mudah, karena dibalik sebuah kesuksesan terdapat banyak kegagalan sebelumnya.
Namun saat ini peluang meraih sukses bisa diraih semua orang. Khususnya generasi milenial, yang erat dan dekat dengan bisnis online, bahkan trennya sedang meningkat seiring perkembangan zaman.
Bahkan, perkembangan teknologi 4.0 tentu membuat banyak orang mulai cenderung meninggalkan toko off line, yang tentu kurang efektif terutama dalam hal menjaring pembeli atau customer. Karena itu, mereka mendirikan sebuah bisnis online yang mampu bersaing dan sukses di era digital ini.
Seperti yang dilakukan Aan Hamzah Arif, satu tahun belakang ini, pria asal Jalan Hasanudin RT 2 RW 6 Kecamatan Junrejo, Kota Batu telah banyak makan garam dalam menjalankan usaha. Setidaknya enam kali ia membuka usaha sendiri, dan hasilnya bangkrut.

Baca juga : Jangan Takut Rugi Menjalani Bisnis Online


Tak mau terus terpuruk, ia mampu memanfaatkan peluang yang sebenarnya telah memiliki sebelumnya. Namun tak pernah terlintas dipikirannya karena apa yang dikerjakan sebelumnya sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ya, usaha yang ia tengah tekuni adalah cargo net atau jaring motor yang dinamai "Jaring Kambing Gunung" yang dijualnya melalui online berbasis marketing. Sudah satu tahun ini ia produksi sendiri di rumah dengan eksekusi sellingnya lebih fokus ke reseller se Indonesia.
"Usaha saya bergerak di pembuatan cargo net atau jaring motor. Kedepan mimpinya ingin agar Jaring Kambing Gunung bermanfaat untuk alat bantu bekendara dengan mobilitas dan standar tinggi," ujar Aan, sapaan akrabnya kepada Malang Post, kemarin.
Ia mulai menceritakan jika usaha yang ditekuni berawal di awal tahun 2016. Dimulai dari seorang pemain atau penjual perlengkapan out door, alumnus SMAN 2 Kota Batu ini menemukan masalah ketika dua kali kirim barang menggunakan motor roda dua.
Ketika berkendara di jalan itulah barang yang dibawa di jok memggunakan cargo net jatuh. Tapi jaring yang dibeli di pasaran dengan harga Rp 15 ribuan tersebut tetap terikat. "Setelah itu saya riset sendiri, dan desain sendiri untuk membuat jaring motor. Full untuk jaring motor itu saya adopsi pukat harimau yang memiliki sistem gerak jala ikan," beber laki-laki kelahiran Batu, 6 November 1986 ini.
Dari jaring motor yang dibuat sendiri dengan mengadopsi pukat harimau itulah, pada akhirnya dia gunakan dalam mengantar maupun membawa barang menggunakan sepeda motor. Meski diakuinya tanpa finishing bagus. "Dari jaring motor yang saya buat sendiri tersebut ternyata ada banyak temen yang request di  bengkel. Ya, saya bikinkan saja. Terus beberapa teman dan seiring waktu berjalan saya belum sadar kalau itu adalah peluang usaha, dan saya berpikir untuk mengembangkan," kenang bapak satu anak ini.
Seiring berjalannya waktu, tepat bulan September tahun lalu usaha yang dilakoninya bangkrut dan tutup adalah toko vapor di Jalan Diponegoro dekat Lippo Plaza Batu. "Saat bangkrut itulah saya bingung mau usaha apa lagi. Kemudian temen-temen bilang kalau jaring motor yang telah saya buat dan rintis dua tahun lalu atau sejak 2017 akhirnya saya sikat," imbuhnya.
Pada era 4.0, Aan mulai belajar banyak pada temen-temennya untuk merambah bisnis online. Ia berhasil mengambangkan bisnis online dibantu juga oleh anak asli Kota Batu yang sukses dengan PT.bayiku.id untuk membuat dan menata brand ini agar stabil di pasar digital.
Berkat bantuan dam jasa rekannya itulah, hingga hari ini produknya mampu terjual ke seluruh Indonesia. Bahkan produknya tidak lagi hand made. Hanya perakitannya saja yang hand made. Sedangkan pengait juga bikinan dari pabrik lokal hasil kerja sama dengan perajin cetak plastik di Pakisaji, Kabupaten Malang.
Nah untuk marketingnya ia sendiri yang handel. Untuk membuat konten mulai IG, FB, dan Web. Untuk penjualan ia sudah memiliki 45 seller online se Indonesia. "Kecuali Kota Batu yang ada tiga teman ikut jual. Ini karena orang lokal tak interest dengan barang kita dulu," imbuh suami dari Kristin Widi Astuti ini.
Menurutnya, untuk seller yang tersebar di seluruh Indonesia itu meliputi Bandung ada dua seller, Jakarta, Jateng, Bali, dan Kalimantan. Para seller tinggal menjual saja, karena ia juga menyiapkan konten copywriter sendiri. "Kalau untuk e commerce paling gede Jaring Kambing Gunung ada di buka lapak. Sedangkan di shopee yang mendominiasi ada seller dari Mojokerto dan Batu," paparnya.
Sementara untuk sponsorship saat ini Jaring Kambing Gunung menjadi official sponsor Hakam Mabrur yang menjelajah 14 negara di benua Afrika dalam The Glorious Santri Journey in Africa. Serta event motor Honda Win dan sponsor tim balap motor Vespa Race di Sentul.
Untuk Malang Raya, produk Jaring Kambing Hitam telah digunakan sekitar 700-900 motor Hinda Win plat N. ‘’Bisa dilihat di jalan-jalan sejak dua tahun ini,’’ tambahnya.
Untuk omset diakuinya masih kecil, karena memang ia tak ada bantuan dari manapun. Selain itu ia keteteran untuk mencari bahan baku, karena harus meladeni 45 seller di seluruh Indonesia.
Sedangkan produksi per bulan bisa membuat rata-rata 300 pcs. Hingga 11 bulan ini sudah membuat dan menjual 3700 pcs yang beradar se Indonesia. Dengan pengait yang telah dikerjakan oleh pabrikan di Pakisaji, kedepan ia menargetkan setiap bulan mampu mencetak 1500 pcs.
Untuk harga Jaring Kambing Gunung Basic ia menjual dengan harga Rp 70 ribu per pcs. Sedangkan untuk Jaring Kambing Gunung Pro Durahook dengan harga Rp 89 ribu per pcs.
Lebih lanjut ia menerangkan, produk 100 asli miliknya dan kreatifitas miliknya itu memiliki kelebihan. Diantaranya lock system, yaitu ketika enam pengait terpasang semua barang tak akan jatuh. Dengan patokan volume 35-40 liter atau seukuran tas besar.
Selain itu untuk jaring juga anti molor. Ia menjamin dalam setahun jaring hanya molor 2 Cm. "Cita-cita ke depan saya ingin produk lokal Batu bisa go Internasional. Itu akan terwujud Januari ini barang saya ke Mesir dibawa mas Hakam dalam Holy Journey," pungkasnya. (eri/udi)

Editor : Mahmudi
Penulis : Keristyanto






LOWONGAN KERJA

Loker

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet
Loading...