Pasar Sayur II Diserahkan, Pedagang Masuk Pertengahan Februari | Malang POST

Sabtu, 29 Februari 2020 Malang Post

  Mengikuti :


Pasar Sayur II Diserahkan, Pedagang Masuk Pertengahan Februari

Rabu, 29 Jan 2020,

BATU - Proyek pasar sayur tahap II Kota Batu diserahkan PT Bintang Wahana Tata ke DPKPP (Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan) Selasa (28/1) sore. Setelah resmi diserahkan, pedagang menempati pasar ini pada pertengahan Februari nanti.
Serah terima bangunan senilai Rp 5,4 miliar tersebut dihadiri TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah) yang dipimpin Kajari Kota Batu, Sri Heny Alamsari. Serah terima dilakukan Direktur PT Bintang Wahana, Wahyu Prasetiawan kepada Kepala DPKPP (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman) Kota Batu, Arief Setyawan.
"Alhamdulillah, pembangunan bisa selesai tepat waktu. Ada waktu enam bulan pemeliharaan. Kami akan segera laporkan ini ke Bu Wali," ujar Arief kepada Malang Post.
Dia  mengungkapkan jika pasar akan difungsikan pertengahan Februari ini. Wali Kota menginginkan, pasar segera bisa digunakan. Secara fisik sesuai hasil Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG), bangunan baru ini sudah layak, aman dan bisa dipertanggungjawabkan.
Ia juga menjelaskan, pembayaran diberikan 80 persen dari nilai proyek Rp 5,4 milir. Pihak kontraktor juga akan membayar keterlambatan selama 31 hari. Dengan total denda yang akan dibayarkan sekitar Rp 177 Juta.
Kajari Kota Batu, Sri Heny Alamsari menegaskan, setelah serahterima pihak ketiga harus bertanggungjawab dalam masa perawatan enam bulan. Setiap checklist harus segera dibenahi sehingga pedagang dan Pemkot tak dirugikan.
Sementara itu salah satu Tim TABG, Sugeng Prayitno dari Universitas Brawijaya menambahkan, masih terdapat beberapa kekurangan pada pembangunan Pasar Sayur tahap II. Salah satunya adalah drainase tidak berfungsi dengan baik karena elevasi tanah rata.
Selesainya penyerahan bangunan Pasar Sayur Kota Batu masih menyisakan 20 persen pembayaran dari nilai kontrak oleh Pemkot Batu. Oleh sebab itu pihak rekanan PT Bintang Wahana Tata berharap Pemkot Batu bisa segera melunasi sisa pembayaran tersebut dan tidak menunggu hingga dana PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) tahun 2020.
Untuk kekurangan, Dinas perumahan bakal membayar setelah PAK. Pasalnya proyek yang seharusnya selesai pada Desember 2019 selesai molor. Sehingga pembayaran dalam anggaran 2019 harus tak bisa dikeluarkan pada Januari 2020 dan harus dianggarkan pada PAK 2020.
Direktur PT Bintang Wahana, Wahyu Prasetiawan menjelaskan, pihaknya melakukan perbaikan atau penyempurnaan selama enam bulan kedepan. PT Bintang Wahana Tata juga akan membayar denda sebesar Rp 177 juta selama masa keterlambatan.
"Sesuai regulasi, kami pasti akan menaati peraturan untuk membayar denda keterlambatan pengerjaan selama 30 hari terlebih dahulu. Namun kami juga berharap kekurangan pembayaran diberikan secepatnya," pungkasnya. (eri/feb)

Editor : Febri Setyawan
Penulis : Kerisdiyanto

  Berita Lainnya



Loading...


Honda
mitsubhisi

WEB HOSTING HANDAL

ArdetaMedia

INTERNET STABIL dan MURAH

BestNet

Loading...