MalangPost - Pasar Lawang Siapkan 15 Wastafel Cuci Tangan

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Pasar Lawang Siapkan 15 Wastafel Cuci Tangan

Jumat, 05 Jun 2020, Dibaca : 1689 Kali

MALANG – Masa New Normal selepas pemberlakuan PSBB di Kabupaten Malang, baik warga,  pelaku usaha, dan instansi pemerintahan maupun swasta, serta pengelola fasilitas umum wajib menerapkan protokol kesehatan. Jika tidak akan ada sanksi tegas bagi yang melanggarnya.


Protokol kesehatanya diatur dalam Peraturan Bupati Malang No 20 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019. Salah satu yang sudah menerapkan tatanan normal baru adalah Pasar Lawang dan Pasar Singosari. Fasilitas umum yang dikelolah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Malang ini telah menerapkan protokol kesehatan. Di pasar Lawang, elain mewajibkan pedagang dan pengunjung menggunakan masker, UPPD juga menyiapkan fasilitas mencuci tangan dengan sabun.
Kepala UPPD Pasar Lawang, Sigit Sugiarto mengatakan, fasilitas cuci tangan terpasang lebih dari 15 titik. “Ada yang bantuan dan juga ada yang kami pasang sendiri. Belum lagi yang dari pedagang membuat sendiri,’’ katanya.


Sigit mengaku, kesadaran para pedagang untuk menjaga kesehatan di masa Pandemi Covid-19 ini terus meningkat. “Kami juga terus melakukan edukasi, dimana pedagang merupakan orang yang rentan tertular. Sehingga mereka pun wajib melakukan proteksi pada diri sendiri. Salah satunya dengan mencuci tangan dan menggunakan masker serta sarung tangan yang berganti setiap hari,’’ terangnya.


Selain itu, sejak tatanan new normal diterapkan, pihaknya sudah membuat akses keluar masuk berbeda. Dengan luasan Pasar Lawang, pihaknya hanya memberlakukan dua pintu masuk, di sisi selatan dan satu di sisi utara. Sedangkan untuk pintu keluar ada empat, dua di selatan dan dua di utara.
Akses pintu masuk dan keluar yang berbeda ini, selain mengikuti aturan, juga untuk memutus mata rantai Covid-19. “Kami sengaja membuat sistem pintu keluar lebih banyak dibandingkan pintu masuk. Karena pengunjung masuk ini jarang bebarengan. Tapi kalau keluar ini sering bareng. Agar tidak terjadi penumpukan, kami pakai dua pintu keluar,’’ jelasnya.


Senada Kepala UPPD Singosari, Anton Apriansyah mengatakan, pihaknya memberlakukan dua pintu masuk dan tiga pintu keluar. Dua pintu masuk dibuat di depan, sedangkan pintu keluar ada di belakang.
“Baik pengunjung maupun pedagang, wajib dilakukan pengukuran suhu tubuh. Kami sediakan empat thermo gun untuk pengukuran suhu tubuh. Jika ada pengunjung dan pedagang yang suhu tubuhnya lebih dari 37.3 derajat, kami minta kembali,’’ ungkapnya.


Ketegasan juga diberlakukan UPPD Singosari kepada pengunjung maupun pedagang yang tidak bermasker. Mereka langsung dilarang masuk. “Di pasar kami memang harus tegas. Karena pasar sendiri merupakan tempat banyak orang. Sehingga semuanya harus memproteksi diri sendiri, agar tidak tertular,’’ tambahnya.


Anton juga mengatakan, setiap satu jam pihaknya juga terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan. Dengan sosialisasi ini, harapannya adalah kesadaran masyarakat terkait hidup bersih dan sehat serta menerapkan protokol kesehatan ini terus meningkat. Dia juga bersyukur, langkahnya ini mendapat respon baik dari pedagang maupun dari pengunjung.
 “Di Pasar Singosari juga sudah menerapkan ganjil genap. Alhamdulillah sudah jalan. Dan kami berharap, dengan ikhtiar yang sudah dilakukan ini tidak ada pedagang Pasar Singosari yang terpapar,’’tambahnya. (ira/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Ira Ravika