Pantai Mutun, Pantai Terlengkap di Lampung | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Sabtu, 09 Nov 2019, dibaca : 5103 , parijon, stenly

MALANG – Hamparan pasir putih dengan udara yang sejuk, terpapar di sepanjang bibir pantai. Tak terasa kesan panas, juga tanpa ombak besar, hingga akhirnya membuat wisatawan betah berlama-lama. Sekalipun terik matahari memancar, namun semilir angin terasa kuat di Pantai Mutun, salah satu destinasi wisata pantai di Propinsi Lampung.
Beberapa waktu lalu, wartawan Malang Post ditemani dengan beberapa kerabat di Lampung, sempat mengunjungi Pantai Mutun yang tidak jauh dari pusat kota tersebut. Pantai yang bisa menjadi pelarian masyarakat Lampung untuk berlibur, terutama di kala akhir pekan.

   Baca juga : Pantai Mutun Ramah Bagi Milenial
Memang, Pantai yang terletak di Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Lampung itu relatif masih dekat dengan perbatasan Kota Bandar Lampung. Hanya butuh waktu sekitar 30-40 menit dari pusat kota. Alhasil, selain masyarakat Lampung sendiri, wisawatan dari Indonesia kerap berkunjung ke tempat ini, selain ke Pulau Pahawang.
Dengan waktu yang singkat, perjalanan pun tidak membosankan. Setelah meninggalkan kepadatan penduduk, pohon-pohon besar di jalur menuju pantai mulai tersaji. Namun tidaklah lama. Jalur berkelok juga hanya beberapa, hingga akhirnya terdapat sebuah jalan kecil seperti gang menuju Pantai Mutun. Sekitar 300 meter, sebelum masuk ke loket masuk di Pantai Mutun.
“Pantai ini menjadi tempat favorit untuk berlibur, sebelum ada nama-nama pantai lain di sekitar sini,” ujar Joko Pramono, warga Lampung yang menemani wartawan Malang Post.
Bersama dua kerabatnya, Dwi dan Imam, mereka pun mengajar berjalan-jalan, mengitari bibir Pantai Mutun. “Anak-anak sekolah, ketika liburan juga kerap berekreasi di sini,” ungkapnya.
Cukup lengkap. Itulah alasannya mengapa Pantai Mutun menjadi pilihan. Ada banana boat, perahu hingga area outbond. Bahkan, bila dilihat secara sekilas, wahana yang ada tidak kalah dengan Tanjung Benoa di Pulau Bali.
Selain itu, yang terpenting ombaknya juga tidak besar. Ramah untuk pengunjung berbagai usia, tak terkecuali anak-anak.
Di sana, juga banyak pengunjung aman bermain pasir di tepi pantai. Pasir dengan warna putih, yang menyempurnakan warna biru kehijauan air laut tersebut.
Bila merasa lelah, terdapat gubuk-gubuk yang disewakan untuk bertuduh. Langsung di bibir pantai. Biasa digunakan orang tua, ketika mengawasi anak-anaknya bermain pasir dan air di tepi pantai.
“Ombaknya tidak besar, karena di depan terhalang pulau. Ada Pulau Tangkil tepat di depan pantai ini,” tegas Joko.
Pantai ini sebenarnya juga dilengkapi dengan water boom, yang membuat masyarakat memilihnya sebagai tempat liburan. Akan tetapi, pascatsunami akhir 2018 lalu, kondisi relatif lebih sepi. Terlihat beberapa wahana masih belum dibenahi secara total. (ley/jon)



Sabtu, 14 Des 2019

Nyamannya di Desa Panglipuran

Loading...