Pansel Umumkan 10 Capim KPK, Luthfi Jayadi Lolos | Malang Post

Rabu, 11 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Sep 2019, dibaca : 557 , Udi, net

JAKARTA - Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK mengumumkan 10 nama capim KPK yang telah diserahkan kepada Presiden Jokowi. Dari 10 nama tersebut, salah satunya adalah Kapolda Sumatera Selatan Inspektur Jenderal Firli Bahuri.
"Sepuluh nama itu sudah ada. Satu, Alexander Marwata, Firli Bahuri, I Nyoman Wara, Lili Pintauri Siregar, Namawi Pangolango, Luthfi Jayadi, Johanes Tanak, Roby Arya, Nurul Ghufron, Sigit Danang Joyo," kata Ketua Pansel KPK Yenti Garnasih, Senin (2/9).
"Komposisi profesi satu orang KPK, satu orang polisi, satu jaksa, satu auditor, satu advokat, dua dosen, satu hakim, dua PNS," ujar Yenti melanjutkan.
Irjen Firli adalah salah satu capim KPK yang belakangan mendapat sorotan luas. Dia disebut-sebut diduga melakukan pelanggaran etik ketika masih menjabat sebagai Deputi Penindakan KPK.  Dugaan pelanggaran etik itu terkait pertemuan dirinya dengan Tuan Guru Bajang Zainul Majdi, ketika KPK sedang menyelidiki dugaan kasus dugaan divestasi saham PT Newmont yang menyeret TGB.
Irjen Firli sendiri telah mengklarifikasi dugaan itu. Dia menyatakan pertemuan dengan TGB tidak direncanakan dan sudah dia laporkan kepada KPK. Antam Novambar yang tersingkir dari 10 nama capim KPK, adalah sosok yang didga mengintimidasi penyidik KPK Endang Tarsa.
Kala itu, Antam bersama dengan Kepala Subdirektorat Pencucian Uang Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Komisaris Besar Agung Setia menyatroni Endang di sebuah restoran cepat saji di wilayah Ciledug, Tangerang, Banten.
Maksud kedatangan keduanya adalah untuk meminta Endang menjadi saksi meringankan Budi Gunawan di sidang praperadilan. Budi Gunawan, kala itu tersangkut kasus rekening gendut dan menjadi tersangka. Berdasarkan laporan Majalan Tempo edisi 16-22 Februari 2015, Antam disebut menekan Endang agar mau mengikuti skenario.Di sana turut hadir putra Endang bernama Rahmat Gunawan yang ketika itu sedang mengikuti tes Sekolah Instruktur Polisi di Sekolah Calon Perwira di Sukabumi, Jawa Barat.
Antam pun membujuk Endang akan membantu meluluskan Rahmat dengan syarat, menggugurkan status tersangka Budi Gunawan. Tapi tuduhan intimidasi itu dibantah oleh Antam. Anggota Brimob yang dibawanya itu disiapkan untuk melindungi Endang.  
Karenanya, Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih mengatakan tidak ada yang dikaji ulang terhadap nama-nama yang sudah diajukan pansel ke Jokowi. "Nggak, nggak ada. Ternyata nggak ada istilah koreksi. Mungkin karena sudah sesuai," ucap Yenti usai bertemu Jokowi di Istana, kemarin.
Pertemuan antara Pansel dengan Jokowi dilakukan tertutup. Namun sebelum pertemuan itu, Jokowi sempat meminta masukan dari masyarakat dan para tokoh terkait hasil seleksi yang dilakukan pansel itu. "Saya juga minta agar masukan masukan baik dari masyarakat, dari tokoh-tokoh yang telah memberi masukan juga itu bisa dijadikan catatan-catatan dalam rangka mengkoreksi apa yang telah dikerjakan oleh pansel," ujar Jokowi.
Atas hal itu wartawan menanyakan pada Yenti usai bertemu Jokowi. Sebab Yenti langsung mengumumkan 10 nama capim KPK usai melakukan pertemuan tertutup dengan Jokowi. "Jadi Presiden setuju?" tanya wartawan. "Iya, kita sudah ... Kita memang kepanjangan tangan presiden ya. Ada panselnya. Inilah hasilnya," jawab Yenti. (cnn/dtc/udi)



Loading...