Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang, Tempat Seleksi Tamtama hingga Calon Perwira | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 05 Okt 2019, dibaca : 2454 , bagus, amanda

MALANG - Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Malang memang terletak sangat jauh dari laut. Meski demikian, Lanal Malang memiliki peran yang sangat penting bagi para calon prajurit TNI Angkatan Laut. Bagaimana tidak, merekalah yang menentukan, siapa saja yang lolos seleksi untuk menjadi prajurit terbaik yang siap membela bangsa dan negara.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Malang, Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni mengungkapkan, selama ini, Lanal bertugas untuk mendukung segala tugas dari operasional TNI AL. Mereka melakukan rekrutmen calon tamtama, bintara hingga taruna.
“Kami berfungsi sebagai fasilitator untuk melakukan rekrutmen. Sementara, tim penguji berasal dari pusat. Sebelumnya, para calon prajurit telah melalui seleksi panjang di daerahnya. Setelah lolos, langsung dibawa ke sini untuk mengikuti tes berikutnya,” terang dia ketika ditemui Malang Post di kantornya.
Lebih lanjut, pria kelahiran Sidoarjo itu menguraikan, bagi para calon prajurit yang mengikuti seleksi, pihaknya memberikan berbagai macam fasilitas. Mulai dari lapangan olahraga untuk tes kesehatan, lapangan bola, kolam renang, tes fisik, pantukir dan lainnya.
“Seluruh fasilitas untuk rekrutmen calon prajurit lengkap ada di sini. Bahkan, kami juga memiliki mess yang mampu menampung hingga 1.000 orang,” kata dia.
Setiap tahunnya, proses rekrutmen untuk TNI AL untuk bintara dan tamtama masing-masing sebanyak dua kali dalam satu tahun. Sementara, untuk taruna, hanya ada satu kali dalam satu tahun. “Saat ini, kami sedang memberikan fasilitas kepada tamtama dan bintara dari seluruh Indonesia, jumlahnya sekitar 1.151 orang,” kata mantan Kepala Departemen Pelaut (Kadeppel) Akademi Angkatan Laut Surabaya ini.
Pria berkacamata tersebut menguraikan, ada berbagai macam tes yang dilakukan oleh para prajurit di Lanal Malang. Mulai dari tes administrasi, tes kesehatan jasmani, psikotes hingga pantukir. Mereka juga menjalani sistem karantina selama kurang lebih tiga minggu untuk meminimalisir jangan sampai ada intervensi dari pihak luar.
“Rangkaian tes tersebut dilakukan secara berkelompok dan dilakukan secara bergantian,” kata dia.
Setelah lolos tes, calon prajurit tersebut kembali digembleng untuk menjalani pendidikan di Bumimoro, Surabaya bagi para tamtama dan bintara. Sementara, para calon taruna, akan lanjut ke Akademi Angkatan Laut hingga lulus.
“Setelah dari sana, baru dilakukan penempatan,” kata dia.
Dia berharap, melalui tes yang ada, bisa menghasilkan calon prajurit yang terbaik. Apalagi, seluruh perlengkapan sudah sangat mendukung. “Dalam melakukan rekrutmen ini, kami lakukan senetral mungkin sehingga tidak ada intervensi dari luar. Sehingga, betul-betul mengamankan situasi negara, utamanya dari laut,” kata dia.
Sebab, menurut dia, situasi dan kondisi di laut sangat krusial. Banyak jalur perdagangan berasal dari wilayah laut.(tea/ary)



Minggu, 01 Des 2019

Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS

Minggu, 01 Des 2019

Jangan Diskriminasi ODHA

Loading...