MalangPost - Pamit Cari Kayu, Tewas dalam Sumur

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Pamit Cari Kayu, Tewas dalam Sumur

Selasa, 17 Des 2019, Dibaca : 2064 Kali

MALANG - Masyarakat Dusun Karang Anyar Desa Karangnongko Kecamatan Poncokusumo, Senin (16/12) dini hari geger. Warga heboh dengan kematian Saropah. Wanita berusia 55 tahun ini ditemukan tewas di dalam sumur tua dekat rumahnya. Dugaannya, korban meninggal dunia karena bunuh diri. Pasalnya dari hasil olah TKP serta evakuasi tubuhnya sama sekali tidak ditemukan bekas tanda kekerasan.
"Indikasinya korban tercebur ke dalam sumur karena bunuh diri. Sebab dari keterangan keluarga dan tetangga, selama ini tidak ada masalah. Hanya korban diketahui selama beberapa tahun menderita sakit sesak nafas dan darah tinggi," jelas Kapolsek Poncokusumo AKP Okta Panjaitan.
Diperoleh keterangan, Minggu (15/12) pagi sekitar pukul 10.00, korban berpamitan pada keluarga untuk mencari kayu di lahan. Korban berangkat bersama beberapa tetangganya. Namun sampai pukul 13.00, korban tidak kunjung pulang. Sementara beberapa tetangganya sudah pulang semuanya. Keluarga yang cemas lantas menanyakan pada tetangganya.
Tetapi sama sekali tetangga tidak ada yang tahu. Selanjutnya, keluarga memberitahu perangkat desa. Akhirnya bersama-sama dengan warga dan perangkat desa melakukan pencarian.
Proses pencarian diawali dengan mendatangi lahan yang biasa disinggahi korban mencari kayu. Tetapi setelah dikelilingi sama sekali tidak ditemukan. Pencarian pun terus dilakukan hingga malam hari.
Baru sekitar pukul 01.00 Senin dini hari, warga curiga dengan sumur terbuka tak jauh dari rumah korban. Ketika dilihat dengan penerangan lampu senter, barulah diketahui bahwa korban berada di dalam sumur.
Kejadian itu pun lantas dilaporkan ke Polsek Poncokusumo. Untuk mengevakuasi tubuh korban, petugas menghubungi BPBD dan PMI Kabupaten Malang. Proses evakuasi pun dilakukan dengan peralatan lengkap. "Kami tidak berani mengevakuasi sendiri karena sumur terlalu dalam. Apalagi khawatir  di dalamnya ada gas beracun," ujar mantan Kapolsek Kromengan ini.
Begitu berhasil dievakuasi, jenazah lantas dibawa pulang. Jenazah korban hanya dimintakan visum luar. "Pihak keluarga tidak berkenan dilakukan otopsi. Mereka menerima kematiannya sebagai musibah," pungkasnya.(agp/lim)

Editor : halim
Penulis : Agung