Otak Perampasan Ditangkap di Sawah Penuh Lumpur | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Selasa, 01 Okt 2019, dibaca : 513 , halim, rdb

PASURUAN – Berakhir sudah cerita pelarian Samad, 35, dari kejaran polisi, dua pekan terakhir. Ia berhasil ditangkap basah petugas, Senin siang (30/9) sekitar pukul 13.00.  Tak hanya ditangkap dalam kondisi basah, pria asal Desa Lumbangrejo, Kecamatan Prigen itu ditangkap dengan kondisi penuh lumpur. Maklum saja, ia berupaya kabur ke areal sawah saat ditangkap petugas.
Tak hanya Samad yang basah dan penuh lumpur. Petugas buser yang menyergapnya juga harus belepotan lumpur saat melakukan penangkapan di sawah pinggir jalan provinsi, Desa Candiwates Kecamatan Prigen.
Informasi yang dihimpun, penangkapan itu terjadi sekitar pukul 13.00. “Pelaku awalnya naik motor sedang duduk santai di tepi jalan. Saat mengetahui buser datang, seketika itu juga langsung kabur. Ia lari ke persawahan. Kami kejar dan kepung, akhirnya berhasil dibekuk,” jelas Kanitreskrim Polsek Prigen, Aipda Slamet Prayitno.
Samad yang dalam kondisi penuh lumpur pun langsung dikeler ke Mapolsek Prigen. Samad diidentifikasi terlibat kasus penganiayaan sekaligus perampasan HP dan dompet. Korbannya adalah Debi Sugiarto, 34, warga Lingkungan Palembon, Kelurahan/ Kecamatan Prigen.
Aksi perampasan itu terjadi Rabu lalu (18/9) sekitar pukul 15.30 sore. Perampasan itu terjadi di Desa Lumbangrejo Kecamatan Prigen. Selain kehilangan HP dan dompetnya, korban juga alami sejumlah luka. “Pelakunya dua orang, pertama Agus Iwantoro yang sudah ditangkap lebih dulu,” jelas Slamet Prayitno.
Dari nama Agus Iwantoro itulah, petugas mendapati nama Samad. “Pelaku terakhir yang ditangkap ini adalah otaknya. Kesehariannya ia berlagak seperti preman. Ia memang sering meresahkan warga,” bebernya.
Atas aksi dan perbuatan nekatnya itu, Samad kini dijerat dengan pasal 365 KUHP. “Ancaman hukuman maksimalnya tujuh tahun penjara,” jelasnya.(rdb/lim)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...