Orang Tua Perlu Kenali Tipe Anak | Malang Post

Minggu, 15 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Senin, 02 Sep 2019, dibaca : 697 , Rosida, Imam

MALANG - Orang tua siswa SD Anak Saleh mendapat tambahan ilmu pengetahuan tentang cara mendidik anak. Sabtu, (31/8) lalu, Dosen Universitas Hasyim Asy'ari Jombang, Dr.  Asriana Kibtiyah, M. Si. membuka wawasan mereka tentang cara pola asuh sesuai karakteristik anak.
Dalam acara Quality Time yang diselenggarakan oleh SD Anak Saleh tersebut, Kibtiyah mengimbau orang tua agar pendidikan yang dirancang untuk anak benar-benar efektif, tepat dan berguna. Mengenal tipe anak sangat  penting agar interaksi menjadi lebih berkualitas.
"Interaksi kita dengan anak yang dilandasi pemahaman akan tipe mereka akan membantu perkembangan anak kita hingga mencapai potensi terbaiknya," katanya.
Sebab kata dia, anak-anak membutuhkan perhatian khusus untuk dimengerti. Ketidak pahaman orang tua pada tipe dan karakter anak, justru akan menghambat potensi anak-anak mereka sendiri. Setiap anak mempunyai potensi yang bisa dikembangkan tanpa memaksa mereka untuk harus bisa menguasai hal-hal yang tidak diinginkan.
"Berbuatlah sesuai keberadaan terbaikmu, demikian Alquran menjelaskan pada kita," ungkapnya.
Owner STIFIn Kab Malang ini menegaskan, bahwa tidak ada kesempatan kedua dalam mengasuh anak. Pada setiap usia anak memiliki tanggung jawab yang berbeda. Semuanya punya tahapan perkembangan, baik motorik, afektif, kognitif maupun psikomotorik.
"Maka perlakukan anak dengan sangat detail dan gunakan cara yang efektif, karena usia anak kita hari ini tidak akan terulang lagi besok," tegasnya.
Menurutnya, penggunaan waktu yang tidak efektif, hanya akan membuang tenaga dan biaya saja. Apalagi hasilnya tidak begitu berarti bagi anak dengan konsep  pendidikan yang monoton. Diperlukan cara yang kreatif dalam mendampingi saat belajar. Jika prestasi anak tidak memuaskan bukan karena kemampuan intelektualnya yang rendah, tetapi bisa jadi cara belajar dan cara pendampingan orang tua yang tidak tepat.
Ia menerangkan, bahwa otak manusia terancang dengan kemampuan yang luar biasa. Hanya saja banyak yang tidak mampu mengasah dengan optimal dan salah penggunaanya.
"Kegilaan sesungguhnya itu ketika kita melakukan sesuatu yang sama berulang-ulang tetapi berharap mendapatkan hasil yang berbeda," tuturnya.
Waka Bidang Kelembagaan dan Humas SD Anak Saleh, Mochammad Ichsan Wibowo, S.Hum mengatakan, Quality Time merupakan agenda rutin SD Anak Saleh. Setiap orang tua siswa diwajibkan untuk mengikuti kegiatan tersebut sebagai peserta. Setiap peserta mendapatkan sertifikat yang nantinya sebagai syarat untuk mengambil raport anak-anak mereka.
"Sebab kami rasa ini kebutuhan bersama dalam rangka mewujudkan pendidikan yang terbaik buat anak-anak, jadi orang tua kami wajibkan," katanya.
Quality Time yang dikemas seperti seminar parenting menjadi wadah bagi orang tua untuk menimba ilmu tentang pola asuh anak. Karena di zaman milenial orang tua perlu melakukan pendekatan pada anak dengan cara yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Baik pendekatan secara verbal, fisik dan lain-lain.
Oleh karena itu, orang tua pasti membutuhkan ilmu tersebut. Sementara ilmu terus berkembang sesuai perkembangan zaman. Sebab pola dan karakter anak juga berkembang karena faktor ilmu dan lingkungan.
"Kunci utamanya bahwa pendidikan dimulai dari keluarga, dan itu ditunjukkan oleh pendampingan orang tua pada anak," jelas Ichsan. (imm/sir/oci)



Loading...