Ops Patuh Semeru Dimulai Kamis | Malang Post

Senin, 16 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Rabu, 28 Agu 2019, dibaca : 863 , mp, Fino

MALANG – Bagi para pengendara motor maupun roda empat yang melintasi wilayah Malang Raya, harus mempersiapkan surat dan kelengkapan berkendara. Pasalnya, Polres Malang Raya, segera menjalankan Ops Patuh Semeru 2019. Operasi ini digelar secara serentak di wilayah Malang Raya.
Semua pelanggaran lalu lintas, akan langsung ditindak di tempat. Polres Malang Kota, juga bakal menjalankan Ops Patuh Semeru 2019 di wilayah hukumnya. Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengungkapkan, Ops Patuh Semeru 2019, dijadwalkan mulai pada Kamis, 29 Agustus 2019.
“Ops Patuh Semeru, dimulai 29 Agustus, dan berakhir 11 September 2019,” kata Marhaeni kepada Malang Post, Selasa. Dia mengungkapkan, Satlantas Polres Malang Kota, memiliki delapan sasaran untuk pelaksanaan Ops Patuh Semeru 2019. Delapan sasaran ini akan menjadi panduan petugas polisi, serta masyarakat yang tidak mau terkena razia.
Pertama, pengendara motor di bawah umur 17 tahun, dipastikan akan dirazia. Pengendara motor harus memiliki surat-surat kelengkapan kendaraan, sehingga secara otomatis harus berusia 17 tahun. Kedua, pengguna kendaraan roda empat, wajib menggunakan safety belt ketika mengemudi.


Ketiga, pengendara motor, wajib memakai helm SNI. Keempat, larangan penggunaan handphone saat berkendara. “Para pengendara motor, dilarang main handphone saat berkendara. Sebaiknya, berhenti di pinggir jalan daripada mengendalikan kemudi motor sambil membuka pesan di handphone, bisa membahayakan diri sendiri dan orang lain,” tandas Marhaeni.
Kelima, petugas dipastikan bakal menilang kendaraan yang berkebut-kebutan, melebihi batas kecepatan yang sudah diatur di wilayah Malang Kota. Keenam, kendaraan yang melawan arus lalu lintas, pasti ditilang oleh petugas. Ketujuh, menindak pengendara motor atau mobil yang menggunakan lampu strobo.
“Lampu strobo itu bukan lampu standar untuk mobil ataupun motor. Bisa membikin silau pengguna jalan dari arah berlawanan,” tutur Marhaeni. Terakhir, dan yang paling berbahaya, adalah pengendara yang nekat mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh alkohol. Petugas akan langsung menilang pengendara nekat seperti ini.(fin)



Senin, 16 Des 2019

10 Ribu Senamers Padati Rampal

Loading...