Operasi Senyap Densus 88, Ciduk Terduga Teroris di Malang - Malang Post

Kamis, 21 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Rabu, 16 Okt 2019, dibaca : 3786 , vandri, amanda

MALANG POST - Densus Antiteror Polri  operasi besar-besaran menggulung terduga teroris di berbagai daerah. Selasa (15/10) satuan elite itu mengamankan dua orang di Kota Malang dalam sebuah operasi senyap.
Informasi yang dihimpun, awalnya operasi penangkapan dilakukan di Jalan Kedawung sekitar pukul 14.00 WIB.  Salah seorang warga mengaku melihat langsung penangkapan dua orang berboncengan motor ketika melintasi Jalan Kedawung.  
"Sang istri berteriak, suami ku, suami ku. Saya kira orang bertengkar," ujar perempuan yang tidak ingin disebutkan namanya itu ketika ditemui Malang Post. Ia mengatakan, sekitar lima hingga enam orang berbadan besar yang melakukan penangkapan.
"Proses penangkapan berlangsung cepat. Keduanya dimasukkan dalam mobil dan motornya juga dibawa," katanya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Malang Post, dua orang yang diamankan di Kedawung itu pasangan suami istri. Kabarnya mereka sempat tinggal sementara di Jalan Papa Biru.
Setelah penangkapan dilanjutkan penggeledahan di rumah tersebut. Diketahui, dua orang yang diamankan itu menjadikan rumah di Jalan Papa Biru sebagai tempat singgah. Sebelum ditangkap, diketahui mereka tinggal di sana selama dua hari.
Sementara, menurut satpam setempat, Kholil, rumah tersebut ditinggali dua orang perempuan. "Rumah ini sudah kosong lama. Sekitar tiga bulan sekali baru datang kesana," kata dia.
Ia  tidak pernah menaruh curiga. Sebab, selama ini selalu ramah terhadap tetangga. "Terakhir ketemu sekitar satu bulan lalu," papar dia.
Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Frans Barung Mangera membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di Kota Malang. "Ya benar, satu orang ditangani densus. Istrinya diamankan di Polres Malang Kota. Sedangkan suaminya dibawa ke Medaeng. Ini ditangani densus sepenuhnya," kata dia singkat ketika dikonfirmasi Malang Post.

Sebelumnya Amankan 26 Terduga Teroris
Hingga sore,  Tim Densus 88 Antiteror Polri sudah menangkap 26 terduga teroris di berbagai wilayah. Jumlah tersebut dirilis sebelum penangkapan terduga teroris di Kota Malang, tadi malam.   
Tim Densus 88 Antiteror Polri kembali menangkap empat  teroris usai penusukan Menteri Koodinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto. Setelah sebelumnya 22 terduga teroris dibekuk.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Jakarta menjelaskan, sebelumnya empat terduga teroris  ditangkap di lokasi berbeda. S dan LT diringkus di Cirebon, sementara DP dan MNA di Bandung.
"LT ini dipersiapkan sebagai suicide bomber. Sasarannya Mako Polri di Cirebon dan tempat ibadah di Cirebon. Bom sudah dipersiapkan oleh JAD Cirebon. Campuran bom ini ada paku, ada baut, ada gotri. Namun sekarang ada tambahan lagi, bahan-bahan kimia berbahaya," tutur Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (15/10).  
Sementara untuk terduga teroris di Bandung, lanjut Dedi, mereka memang turut mengincar aparat kepolisian dan sejumlah rumah ibadah. Hanya bedanya, kelompok JAD di sana tidak menyiapkan aksi bom bunuh diri.
"Yang baru ditangkap DP dan MNA. Dari MNA barang bukti ada airsoftgun, pisau lipat, dan satu botol cairan putih yang didalami labfor. Untuk JAD Bandung sasarannya polisi dan tempat ibadah. Kalau Cirebon suicide bomber, kalau Bandung penyerangan menggunakan senjata itu tadi," jelas dia.
Dedi menegaskan, keseluruhan tidak ada kaitannya dengan upaya teror saat pelantikan presiden terpilih Joko Widodo. "Tidak ada kaitannya dengan penggagalan pelantikan presiden dan wakil presiden. Belum diketemukan jejak amaliyah di perhelatan pelantikan presiden," tandas Dedi. (tea/jpg/van)



Loading...