Om Don: Saya 600 Kali Keluar Masuk Badui | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 396 , rosida, asa

MALANG- Selasa (24/9) malam, area wall climbing Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (Impala) Universitas Brawijaya (UB) dikerumuni oleh para mahasiswa dan juga para alumni. Mereka berkumpul untuk mengahdiri "Bincang Fotografi Alam Bebas" bersama Don Hasman, atau akrab disapa sebagai Om Don. Seorang fotografer dan penjelajah kelas internasional, yang telah memotret pesona dari hampir seluruh belahan dunia selama puluhan tahun.

Om Don merupakan fotografer kawakan Indonesia kelahiran Jakarta, 79 tahun yang lalu. Hingga kini, ia telah menghasilkan ratusan ribu karya fotografi, yang tak sedikit diantaranya menjadi gambar ikon khas Indonesia. Om Don sendiri merupakan fotografer pertama yang berhasil memotret kehidupan suku Badui Dalam di Jawa Barat yang dikenal sulit terjamah oleh dunia luar, dan menjadi

"Saya sudah memotret sejak umur 11 tahun. Sudah 58 negara saya datangi, kebanyakan saya lalui dengan jalan kaki antar benua,” kisahnya.
Meskipun begitu, menurut Don, ia tidak pernah minta sponsor.
“Jadi untuk teman-teman mahasiswa kalau ada kegiatan jangan minta-minta, harus berupaya. Kalau kata Soekarno berdikari, mandiri," tandasnya pada para peserta bincang-bincang tersebut.
Menurutnya, untuk mendapatkan sesuatu, setiap orang harus berusaha keras. Menanam usaha dan kebaikan terlebih dahulu, baru kemudian mendapat hasilnya. Bukan semata-mata menanam untuk mendapatkan hasil, namun bagaimana seseorang menunjukkan dedikasi sepenuh hati sesuai dengan kemampuannya. "Berbuatlah baik terlebih dahulu, yang penting bagaimana nanti. Tapi jangan hanya fokus pada hasil yang akan didapatkan," lanjutnya.
Pada kesempatan tersebut, Om Don juga membagikan pengalamannya dalam mengabadikan karya fotografi dari berbagai belahan dunia. Mulai dari Pegunungan Himalaya, hingga suku Asmat di daratan Papua yang dapat menghabiskan biaya milyaran rupiah. Om Don sendiri juga menyampaikan bahwa untuk menghasilkan karya semacam itu membutuhkan dedikasi dan pengorbanan yang luar biasa.
"Kalau ke sana tidak bawa miliaran tidak cukup. Selain itu juga, dalam kurun waktu puluhan tahun terakhir, saya sudah 600 kali keluar masuk kawasan Badui. Hingga akhirnya mereka mengizinkan saya masuk, dan saya berhasil mendokumentasikan bagaimana kehidupan disana yang sesungguhnya," pungkasnya.

Tak hanya itu, sebagai sosok yang secara konsisten menekuni bidang fotografi selama puluhan tahun. Om Don membagikan pesan kepada para peserta bincang fotografi, yang mayoritas merupakan kaum muda, agar konsisten dalam meraih apa yang dicita-citakan. "Kuncinya adalah terus konsisten, jangan pernah berhenti di tengah jalan, jangan setengah-setengah. Kalau bosan boleh mengalihkan sebentar, tapi jangan berhenti. Ini prinsip saya juga, jangan jadi yang terbaik, tapi jadilah orang yang banyak berbuat baik," ujarnya.

Sementara itu, Bincang Fotografi bersama Om Don diinisiasi oleh Impala UB, dan dihadiri oleh para mahasiswa dari berbagai peguruan tinggi di Malang dan luar Malang, hingga para pecinta fotografi secara umum. Kehadiran Om Don memberikan inspirasi tak hanya sebagai seorang fotografer kenamaan,  tapi juga sebagai sosok yang telah berhasil mengahadapi rintangan luar biasa dalam kehidupan.(asa/oci)



Loading...