MalangPost - Oknum Guru Ngaji Akui Gauli Korban Tiga Kali

Selasa, 14 Juli 2020

  Mengikuti :

Oknum Guru Ngaji Akui Gauli Korban Tiga Kali

Selasa, 10 Sep 2019, Dibaca : 4575 Kali

MALANG – Jerat hukum menanti Munif, 55, warga Jalan Mayjen Panjaitan, Betek Kelurahan Penanggungan Kota Malang. Sebab, hasil penyelidikan kepolisian memunculkan fakta bahwa oknum guru ngaji ini telah berhubungan badan dengan Tulip (samaran), siswi berusia 15 tahun, sebanyak tiga kali.
“Bukan tujuh kali, tapi pengakuan sementara pelaku, tiga kali berhubungan badan dengan anak di bawah umur,” ujar Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander kepada wartawan usai rilis narkoba di Polres Makota.
Meskipun demikian, petugas masih belum percaya 100 persen atas keterangan pelaku. Sehingga petugas bakal melakukan penyidikan lebih dalam terkait pengakuannya. Dari keterangan yang dihimpun penyidik selama proses interogasi, pelaku mengakui berbuat tidak senonoh di area tempat ibadah. Namun Dony menegaskan tindakan mesum ini tak dilakukan di dalam masjid.
“Tidak di dalam masjid, tapi di areal sekitarnya,” tandas perwira polisi dengan pangkat dua melati emas di pundaknya itu. Selain itu, Polres Malang Kota juga memastikan bahwa pelaku adalah seorang guru ngaji dan takmir masjid setempat. Status ini yang memudahkan pelaku untuk melancarkan kejahatannya.
Menurut Dony, ada dua pengakuan yang berbeda, terkait awal mula kejadian asusila ini. Ada versi yang menyebut bahwa asusila yang dilakukan oleh oknum guru ngaji ini, berawal dari curhatan-curhatan korban kepada pelaku. Dari curhat-curhat ini, pelaku mulai melancarkan jurus-jurusnya untuk mengambil kesempatan.
“Ada versi yang menyebut ini berawal dari curhatan dan pelaku memanfaatkan kesempatan itu. Sedangkan, ada pengakuan lain yang mengungkapkan, pelaku menggoda dan mengelabui korban untuk mengajak berhubungan,” sambung Dony. Mirisnya lagi, pelaku ternyata adalah teman dari ayah korban.
Dony mengungkapkan, kasus ini masih dalam tahap pengembangan. Sebelum penentuan tersangka, polisi masih mengumpulkan sejumlah barang bukti. Termasuk, hasil visum alat kelamin korban yang akan menentukan apakah korban digauli atau tidak oleh pelaku. Pelaku terancam pasal UU Perlindungan Anak.(fin/lim)

Editor : halim
Penulis : fino