OJK Malang Dorong Optimalisasi BUMDes Pujon Lor | Malang Post

Kamis, 14 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 681 , halim, nda

COFFEE TIME: Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri (tengah) melihat proses pembuatan kopi yang dilakukan oleh Ketua BUMDes Pujon Lor, Didik Slamet Riady (kanan) di unit  bisnis kafe Jon N Rol, Kamis (26/9).
 
PUJON – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong optimalisasi peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di berbagai daerah. Di Kabupaten Malang, setelah Pujon Kidul yang kini sukses dan mampu menyejahterakan masyarakat di sekitarnya, OJK kini membidik BUMDes Pujon Lor untuk optimalisasi.
Dalam field visit media yang digelar Kamis (26/9) di Desa Pujon Kidul dan Desa Pujon Lor, Kepala OJK Malang Sugiarto Kasmuri menyebutkan karena karakteristik Pujon Lor berbeda dengan Pujon Kidul, perspektif pengelolaan bisnisnya tentu juga diarahkan ke bidang yang berbeda.
“Pujon Kidul sangat kuat di bidang pariwisata karena mereka memiliki potensi alam yang luar biasa. Sedangkan di Pujon Lor tidak demikian. Karena itu, untuk BUMDes Pujon Lor kami memberikan masukan yang disesuaikan dengan kondisinya,” ujar Sugiarto saat ditemui Malang Post di tengah-tengah kegiatan.
Pria berkacamata ini melanjutkan, unit usaha yang sesuai dengan karakter Pujon Lor salah satunya adalah menjadi tourism hub atau economic hub bagi desa-desa lain di sekitarnya, seperti Pujon Kidul, Ngantang hingga Kasembon.
“Saat ini sendiri, baru ada dua unit usaha yang dijalankan oleh BUMDes Pujon Lor. Yakni kafe Jon N Rol dan toko. Namun ke depan, di sini bisa dibangun tourism center dan bisa menjadi tourism hub untuk kawasan wisata di sekitarnya. Bahkan di sini (Jon N Rol) bisa menjadi shuttle untuk transportasi ke Pujon Kidul,” sambungnya.
Optimalisasi BUMDes sendiri diperlukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa. Selain mendorong infrastruktur BUMDes, OJK juga memiliki peran untuk menghubungkan BUMDes dengan layanan jasa keuangan seperti Laku Pandai. Di Desa Pujon Lor, unit bisnis tokonya telah dilengkapi dengan Laku Pandai yang bekerjasama dengan BNI.
Sementara itu, untuk pertumbuhan Laku Pandai di wilayah kerja OJK Malang diakui oleh Sugiarto cukup bagus. Pada semester I tahun 2019, tercatat ada 1125 agen Laku Pandai dengan jumlah rekening Basic Saving Account (BSA) sebanyak 24 ribu. Sedangkan secara nasional, sampai dengan triwulan II tahun 2019,  jumlah agen Laku Pandai sebanyak 1,1 jutaan dan rekening BSA 24 jutaan. (nda/lim)



Loading...