MalangPost - Oh No! I Need My Ticket

Senin, 06 Juli 2020

  Mengikuti :


Oh No! I Need My Ticket

Rabu, 11 Des 2019, Dibaca : 7383 Kali

WOW...time flies so fast. Gak terasa udah waktunya holiday nih geng! Saatnya rileks dari segala aktivitas yang melelahkan dong. But, it’s not like that for everyone. Denger-denger nih, liburan juga bisa bikin para perantau panik loh, kira-kira kenapa yaa…  

Salsa Izza Sabilla merupakan sosok genzier yang sedang menempuh pendidikan di Universitas Brawijaya. Salsa berasal dari Jakarta Selatan dan sudah beberapa kali merasakan paniknya mencari tiket pulang. Karena kini sudah memasuki waktu ujian dan setelah selesai ujian perkuliahan sudah ditiadakan maka liburan akan segera tiba.
“Waktu menjelang liburan kayak gini ini harus cepet-cepet cari tiket pulang, lagi high season pasti harga tiket pesawat itu melonjak tinggi banget. Jadi ya aku sampe sekarang juga lebih sering naik kereta sih soalnya emang kebiasaan naik kereta aja,” tutur Salsa
Selain karena mahal, menurut Salsa pesan tiket terlalu mepet juga bisa berakibat kehabisan tiket. Jadi, untuk lebih aman, Salsa selalu booking tiket H-1 bulan. Baginya hal yang penting lain yang perlu diperhatikan adalah cari teman untuk diajak pulang bersama. Karena, jarak Kota Malang dan Jakarta cukup jauh sehingga akan lebih aman apabila dia pulang bersama teman untuk meminimalisir kejadian yang tidak diinginkan.
“Biasanya aku ambil tiket pulang itu h+7 karena biasanya liburan dulu. Di Malang kan wisatanya murah-murah,” curhat Salsa.
Sebenarnya, menurut kalian penting nggak sih guys survey tiket itu? Kalau menurut Salsa sih penting banget, karena dia jadi bisa tahu perbandingan harga tiket pesawat atau kereta.
Tapi beda lagi nih guys menurut Febiana Rumondang Marpaung, mahasiswi Universitas Brawijaya yang berasal dari Kota Medan. Menurut Febi, survey tiket itu nggak terlalu penting. Karena, tidak dapat memastikan bahwa dia bisa mendapat harga lebih murah.
“Aku tuh kemarin sempat survey-survey harga buat pulang ke Medan, sama aja harganya. Harga murah itu untung-untungan sih, karena waktu itu tiba-tiba ada promo yang muncul tiba-. Murahnya harga tiket itu nggak mesti dari bandingin aplikasi satu dengan yang lain, tapi dari hokiku aja hehe,” Sahut Febi.
Kehabisan tiket untuk pulang ke kota asal menurut Febi merupakan peristiwa yang cukup bisa membuatnya stress, karena posisi Febi yang masih berstatus mahasiswa baru sehingga masih memiliki sedikit pengalaman terkait hal ini.
“Jujur waktu itu lupa, banget karena masih pusing mikir ujian. Waktu keinget belum booking tiket pulang itu langsung mau nangis, apalagi waktu aku check semua tiket sudah habis. Tapi untuknya masih ada penerbangan tapi harganya sungguh fantastis,” tutur Febi.
Harga tiket yang melonjak juga tidak dapat diperkirakan seperti pengalaman yang dirasakan oleh Febi ketika kehabisan tiket yang biasanya dipesannya dengan harga 1,8 juta bisa melonjak hingga 2,8 Juta ketika seluruh maskapai sudah penuh. Bahkan mahasiswi ini sempat berfikir akan pulang ke Medan naik kereta walau pun lama tetapi akhirnya lebih memilih naik pesawat karena faktor keamanan.
Nah nih guys, penting banget loo bikin reminder buat booking tiket. Jangan sampe karena kesibukan kampus, kalian lupa pesen tiket untuk pulang. Sekarang kalian sudah pesan tiket belum???  Pack your bag, and goo...(*/oci)

Editor : Rosida
Penulis : Genzi