Nurul Ghufron Terancam Batal Jadi Pimpinan KPK | Malang Post

Sabtu, 07 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Jumat, 20 Sep 2019, dibaca : 61983 , aim, net

JAKARTA - Pimpinan KPK terpilih Nurul Ghufron terancam batal menjabat gara-gara revisi UU KPK yang baru disahkan mengatur usia paling rendah pimpinan KPK 50 tahun saat diangkat. Ghufron yang berusia 45 tahun mengaku pasrah.
"Saya pasrah saja," kata Ghufron, Jumat (20/9) kemarin.
 Ghufron lahir di Sumenep pada 22 September 1974. Seharusnya, dia dan empat pimpinan KPK baru lainnya akan dilantik Presiden Joko Widodo pada Desember 2019 menyusul habisnya masa jabatan komioner KPK saat ini.
Dia mengatakan, dirinya mengikuti proses pemilihan sesuai dengan persyaratan yang diatur dalam UU 30/2002 tentang KPK sebelum direvisi. Dalam UU tersebut, usia paling rendah seorang yang bisa diangkat menjadi pimpinan KPK adalah 40 tahun.
"Yang jelas saya ikut proses seleksi pada saat ketentuannya di UU 30/2002 masih 40 tahun usia minimalnya," ucapnya.
Menurutnya, saat ini UU KPK sudah disahkan dalam paripurna DPR. Sebagai pimpinan KPK yang juga dipilih DPR, dia enggan berpolemik.
"Sudah disahkan paripurna DPR RI, sebagai pimpinan KPK 2019-2023, karena itu saya tidak mau berpolemik silakan saja mau ditafsir bagaimana, tidak masalah saya," ucapnya.
Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi mengatakan UU itu tak berlaku surut. Artinya, Ghufron tidak akan tersingkir dari formasi pimpinan baru KPK.
"UU tidak berlaku surut," kata anggota Komisi III yang juga panja UU KPK, Taufiqulhadi kepada wartawan.
Taufiqulhadi mengatakan, Ghufron tidak akan tersingkir dari pimpinan KPK lantaran UU KPK baru diketok setelah dirinya dan empat pimpinan lainnya disahkan dalam paripurna. Karena itu, kata dia, syarat minimal itu akan berlaku untuk pimpinan KPK pada periode 2023-2027. (dtc/aim)



Loading...