NUNI Tingkatkan Peran Perguruan Tinggi Melalui Kolaborasi

Jumat, 18 Oktober 2019

Minggu, 06 Okt 2019, dibaca : 483 , udi, asa

MALANG - Setidaknya 21 perwakilan perguruan tinggi yang tergabung dalam Nationwide University Network Indonesia (NUNI) berkumpul di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), untuk perkuat sinergi dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Sebab, perguruan tinggi perlu melebarkan sayap dalam bersinergi untuk dapat menghasilkan ilmu yang lebih aplikatif dan berguna bagi masyarakat.
“Agenda ini sebagai bentuk penguatan kerja sama antar perguruan tinggi dengan upaya membranding komunitas NUNI agar menjadi suatu sinergitas kelompok dengan peningkatan mobilitas mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan dari masing-masing perguruan tinggi,” kata Rektor UMM, Dr. H. Fauzan, M.Pd pada sambutannya.
Pada kesempatan yang digelar di Ruang sidang senat UMM belum lama ini, menghadirkan pemateri dari Universitas Binus Malang, Universitas Brawijaya dan UMM sebagai bentuk perwakilan PT yang digadang berhasil mengelola unit bisnis akademis maupun non akademis terbanyak yang dimaksudkan dapat memberi masukan daripada konsep socio-ecopreneur yang menjadi tema besar pertemuan penting tahun ini.
"Jika ingin menerapkan minor yang berbasis Socio-ecoprenur, maka harus melihat potensi yang ada dari masing-masing daerah asal perguruan tinggi. supaya strategis tepat sasaran, dan cocok pada stakeholder terkait. Seperti layaknya yang sudah diterapkan di BINUS,” tandas Rektor Binus Malang, Dr Ir. Boto Situmpang MBP.
Sejauh ini, UMM selama tiga tahun berurut-urut menggelar Festival Kebangsaan, sebagai ajang bertemunya para pelaku bisnis dan produsen, dengan hasil produk riset yang dihasilkan mahasiswa. Program ini dikelola Wakil Direktur Bidang Pemasaran Product Research UMM yang disebut akan diimplementasikan pada  program kerja NUNI tersebut.
Tak hanya itu, Pupung Arifin selaku Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama Universitas Atmajaya Yogyakarta mengusulkan terkait konsep kompetensi socio-ecopreneur agar terdapat skema kerjasama internasional perguruan tinggi. Sehingga skema tersebut dapat menambah bobot penilaian dari Kemenristekdikti.
Sementara itu, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) berharap dapat menggalakkan pelatihan enterprenur baik digital maupun technoprenur. Serta juga segera mendiskusikan terkait dengan database setiap perguruan tinggi, agar dapat diakses oleh seluruh anggota NUNI. Kemudian dapat diadaptasi dan dimodifikasi ulang agar kegiatan NUNI jauh lebih beragam. (asa/udi)



Sabtu, 12 Okt 2019

UMM Sulap Jembatan Jadi Kapal

Loading...