NJOP di Ijen di Luar Batas Kewajaran | Malang Post

Minggu, 08 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Senin, 16 Sep 2019, dibaca : 6483 , bagus, linda

Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) di Malang untuk beberapa area di luar batas kewajaran. Seperti di Ijen yang merupakan kawasan cagar budaya. Terlebih keputusan seseorang ketika membeli properti adalah untuk mendapatkan added value.
Ketika kenaikan di luar batas kewajaran, bukannya nilai tambah yang diterima tetapi justru menjadikan beban. Seperti di kawasan Ijen yang saat ini nilainya sudah di atas Rp 10 miliar.
“Padahal beberapa daerah di Malang yang jaraknya tidak jauh dari Ijen nilainya tidak setinggi itu, ini kan mencerminkan bahwa pertimbangan seseorang menjual aset atau rumahnya di kawasan tertentu tidak ada batasan yang baku mengenai NJOP nya,” papar Sekretaris Apersi Korwil Malang, Evan Djunaedi.
Untuk menentukan NJOP ini ada Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) yang menilai suatu aset, mulai dari jarak dari tempat umum, area, dan lain sebagainya. Tak jarang penentuan NJOP ini tidak sesuai dengan kaidah yang diterapkan dalam perumusan nilai aset oleh konsultan tersertifikasi.
Dengan kata lain harga dipatok berdasarkan keingin penjual. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal misalnya merasa daerahnya bagu sehingga harga mahal atau yang lainnya.
“Harga jual di dua rumah (Jalan Ijen no.1 Rp 50 miliar dan Jalan Ijen no.10 Rp 36m5 miliar) kalau ada yang beli ya orangnya mungkin ada uang nganggur saja, karena tidak wajar dengan harga jual segitu,” terang Evan.
Dibanding tahun 2010, peningkatan tahun 2019 ini terbilang fantastis. Bila ditafsirkan peningkatan harga dalam batas wajar kisaran Rp 10 miliar hingga Rp 15 miliar. Dikatakannya dari harga Rp 36.5 miliar harga jual di batas kewajaran maksimal diangka Rp 25 miliar.
“Kenaikan harga jual berdasarkan NJOP itu peningkatannya antara 5 sampai 15 persen, tetapi Malang ini sekarang sudah mulai bubble property yakni kondisi yang sebenarnya juga tidak menguntungkan bagi developer,” urainya.
Lantaran harga tanah di Malang sudah di luar angka kewajaran. Ia mencontohkan dari kondisi perekonomian yang belum membaik ini banyak kawasan yang mulai menurunkan harga jual.
“Misalnya perumahan di dekat daerah Ijen atau satu kilometer dari Ijen harganya sudah banyak yang dijual di luar harga pasar atau cenderung stagnan, berbeda dari kawasan Ijen yang di luar angka kewajaran,” tandasnya.(ica/lin/ary)



Minggu, 01 Des 2019

Kantong Darah Terinfeksi HIV/AIDS

Minggu, 01 Des 2019

Jangan Diskriminasi ODHA

Loading...