Ngaku Guru dan Satpam, Bapak-Anak Nipu | Malang Post

Minggu, 17 November 2019 Malang Post

  Follow Us


Sabtu, 12 Okt 2019, dibaca : 3393 , halim, fino

MALANG – Kelakuan anak satu ini sungguh keterlaluan. Betapa tidak Oktafianto Rekso Saputro, 21, tega mengajak bapaknya, Satupang Dwi Saputro, 45, warga Dusun Balisuko Desa Sekarbanyu Kecamatan Sumbermanjing Wetan untuk melakukan kejahatan penipuan. Mirisnya, modusnya ia mengaku sebagai guru SMKN 1 Turen, sementara bapaknya diminta untuk menjadi Satpam sekolah.
Korban, Ayu Vita, 29, ibu rumah tangga warga Jalan Raya Kedok, Desa Kedok Kecamatan Turen. Akibat penipuan tersebut, korban kehilangan dua HP yang mau dijualnya, yaitu Vivo V17 Pro dan S1. Sementara kedua pelaku, masih mendekam di sel tahanan Polsek Turen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa penipuan terjadi pada 8 Oktober 2019. Saat itu korban menjual dua handphone melalui online. Dua handphone tersebut, merek Vivo V17 Pro dan S1. Tak lama kemudian, pelaku yang tertarik bertransaksi dengan korban. Pelaku Oktafianto mengaku sebagai guru bernama Bayu dan mengajar di SMKN 1 Turen. Pelaku kemudian menransfer uang Rp 200 ribu sebagai tanda jadi.
Setelah itu, lewat sambungan telepon, pelaku meminta korban Vita untuk menyerahkan handphone ini kepada seorang satpam di depan SMKN 1 Turen. Satpam ini ternyata bapak pelaku, Satupang yang mengenakan jaket doreng. Setelah menyerahkan handphone, korban menelepon pelaku. Oleh pelaku, korban Vita diminta menunggu di dalam sekolah.
Dia menunggu selama 10 menit sesuai permintaan pelaku, karena pelaku mengaku masih ada urusan di kantor. Namun, lama menunggu, Vita tak kunjung bertemu dengan pria bernama Bayu. Korban kemudian berinisiatif mencari pelaku ke kantor guru. Tapi, betapa kagetnya korban, saat mengetahui bahwa tidak ada guru bernama Bayu di SMKN 1 Turen.
Satpam yang awalnya ada di depan SMKN 1 Turen juga sudah tidak ada. Korban langsung sadar bahwa dia sudah menjadi korban penipuan. Tanpa pikir panjang, korban melaporkan kejadian ini kepada Polsek Turen. Unit Reskrim Polsek Turen, dipimpin Kanit Iptu Soleh Mashudi, melakukan penyelidikan.
Hasilnya, polisi berhasil melacak keberadaan pelaku, yang tinggal di kontrakan Jalan Tendean Gang 2 Kecamatan Turen. Penggerebekan dilakukan pada 9 Oktober 2019, pukul 14.20. Kedua pelaku sedang berada di dalam rumah ketika diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Turen.
Mereka menyerah tanpa perlawanan ketika diboyong ke kantor polisi. Petugas menyita handphone yang diduga sebagai barang bukti kejahatan penipuan. Serta, satu jaket doreng yang digunakan untuk menipu korban. “Dua pelaku dikenai pasal 378 KUHP tentang penipuan,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, kepada wartawan di Polres Malang, Jumat.(fin/lim)



Sabtu, 16 Nov 2019

Buron Rampok Ditembak

Sabtu, 16 Nov 2019

Dihajar, Mahasiswa Lapor Polisi

Loading...