Nekat Kunker, 20 Dewan Batu Isolasi Mandiri

Selasa, 02 Juni 2020

  Mengikuti :


Nekat Kunker, 20 Dewan Batu Isolasi Mandiri

Sabtu, 21 Mar 2020, Dibaca : 1743 Kali

BATU - 20 anggota DPRD Kota Batu nekat kunjungan kerja (kunker). Padahal sedang diberlakukan larangan pergi ke luar daerah untuk cegah penyebaran virus corona. Akibatnya para wakil rakyat itu wajib diperiksa kesehatan mereka setiba di Kota Batu, Sabtu (21/3) hari ini. Mereka juga diwajibkan menjalani karantina 14 hari.


20 wakil rakyat yang kunker luar provinsi itu terbagi dalam tiga panitia khusus (pansus).  Yakni pansus terkait penyerahan, pengolahan prasarana, sarana dan utilitas ke Balikpapan dan Samarinda.
Kemudian pansus terkait Raperda No 16 tahun 2010 tentang retribusi pelayanan pasar ke Gunung Kidul dan Sleman. Serta pansus Raperda perubahan Perda No 8 tahun 2020 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah yang awalnya ke Makassar dan Maros.


Sebelumnya dalam jadwal kunker yang beredar, dewan sempat berencana kunker ke beberapa daerah yang sedang jadi sorotan karena kasus corona. Yakni pansus Raperda No 16 tahun 2010 tentang retribusi pelayanan pasar ke DPRD Kota Jogjakarta dan DPRD Kabupaten Bantul. Satunya lagi pansus Raperda perubahan Perda No 8 tahun 2020 tentang retribusi pemakaian kekayaan daerah. Tujuan kunker ke DPRD Kota Depok dan DPRD DKI Jakarta. Sedangkan satu pansus lagi tentang penyerahan, pengolahan prasarana, sarana dan utilitas ke DPRD Kota Balikpapan dan DPRD Kota Samarinda.


Kendati tujuannya berubah, waktu keberangkatannya tak mengalami perubahan. Mereka memulai perjalanan dinas itu sejak 18 Maret lalu dan pulang Sabtu (21/3) hari ini. Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi membenarkan agenda 20 anggota dewan tersebut.
"Saya telah kumpulkan ketua fraksi untuk menyikapi situasi dan perkembangan (Covid-19) saat ini, harus tahu sama tahu. Apalagi penyebaran dari lain daerah,” kata Asmadi kepada Malang Post, Jumat (20/3) .


Sebelumnya Asmadi sudah meminta dengan kerendahan hati agar semua anggota dewan memahami situasi saat ini. Sehingga pihaknya mengembalikan kunker kepada masing-masing anggota dewan.
"Saya sudah larang (kunker). Tapi karena telah dijadwalkan akhirnya berangkat. Kalau tidak berangkat, anggota yang tergabung dalam pansus harus mengganti kerugian keuangan tersebut," bebernya.
Asmadi mengatakan, pihaknya meminta agar anggota dewan yang ikut dalam kunker menjalani tes swab setelah tiba di Kota Batu. Ini sesuai SOP pencegahan Covid-19 yang berlaku.
"Setelah sampai, anggota pansus yang ikut dalam kunker wajib menjalani isolasi diri secara mandiri selama 14 hari. Selain itu  melakukan cek kesehatan,” kata dia.


Sesuai protokoler kesehatan, setiap warga yang melakukan perjalanan dari luar daerah harus melakukan pemeriksaan kesehatan diri. Serta wajib isolasi atau karantina mandiri selama 14 hari.
Sekretaris DPRD Kota Batu, Balok Yudhonoyo mengatakan, sesuai SOP pencegahan Covid-19 maka 20 anggota dewan akan mengikuti tes kesehatan yang difasilitasi Dinas Kesehatan (Dinkes)  Kota Batu.
"Besok (hari ini.red) sudah pulang dan langsung difasilitasi tes kesehatan oleh Dinkes Kota Batu," ujarnya.
Balok mengatakan, kegiatan kunker anggota dewan sebenarnya telah direncanakan sebelum ada kebijakan larangan berpergian ke luar daerah. Tiket pesawat dan berbagai fasilitas penunjang lainnya juga telah disiapkan.


Sementara di sisi lain, jika keberangkatan dibatalkan maka dewan yang terjadwal dalam kunker wajib menggantikan biaya perjalanan dinas berupa tiket dan berbagai akomodasi.
Meski demikian, penggantian tidak 100 persen.
Dari data yang didapat Malang Post, anggota dewan yang tak ikut dalam kunker yakni, Ketua DPRD Kota Batu, Asmadi, Wakil Ketua I Nurcohman, Wakil Ketua II Heli Suyanto yang memang bukan anggota dalam pansus. Kemudian ada dari PKS Ludi Tanarto, Saifudin, M. Chairul, dan Nurudin Muhammad Hanifah. Selain itu yang tak ikut dalam kunker
Didik Subiyanto, Kukuk Kusbiyanto dan Amira Ghaida Dayanara. (eri/van)

Editor : Vandri Battu
Penulis : Kerisdiyanto