Nasib Pembangunan Malang Creative Center di Tangan Pemprov Jatim | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 21 Nov 2019, dibaca : 564 , Vandri, Sisca

MALANG - Nasib pembangunan Malang Creative Center (MCC) kini berada di tangan Pemprov Jatim. Ini setelah Pemkot Malang dan DPRD mengadu di Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Jatim, Rabu (20/11) .  Namun demikian, Wali Kota Malang Sutiaji pastikan Pemprov Jatim tak membatalkan pembangunan MCC.
Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika menjelaskan pertemuan  di Pemprov Jatim dihadiri perwakilan dewan dan pemkot. Dewan diwakili Badan Anggaran (Banggar), sedangkan Pemkot Malang terdiri dari Sekota Drs Wasto dan sejumlah anggota Tim Anggaran.  
Pertemuan tersebut tak membuahkan hasil. BPKAD Jatim akhirnya menampung curhat dewan dan pemkot. Itu  karena masing-masing pihak tetap ngotot pada pendapatnya masing-masing.  Dewan menginginkan bangunan MCC hanya maksimal tiga lantai, sedangkan pemkot tetap bersikukuh delapan lantai dengan alokasi anggaran Rp 125 miliar.
“Banyak yang dibahas. Utamanya permintaan dewan soal fisik gedung yang tidak harus delapan lantai itu,” tegas Made.
Ia menjelaskan pertimbangan DPRD Kota Malang berkaitan dengan MCC adalah efisiensi anggaran. Beberapa pembangunan yang sifatnya lebih urgen menjadi pertimbangan para wakil rakyat.
Apalagi detail engineering design (DED) MCC dianggap belum selesai.“Kita sampaikan anggaran sebesar itu masih bisa dialihkan atau dialokasikan ke pembangunan lain. Seperti jembatan atau revitalisasi pasar rakyat yang lebih urgen,” tegasnya.
Tidak hanya itu DPRD Kota Malang juga menyampaikan pandangan ini datang dari warga Kota Malang. Yakni menginginkan pembangunan lain lebih diutamakan dibanding MCC. Apalagi kini rencana pembangunan MCC mengudang pro dan kontra.
Setelah diadukan ke BPKAD Jatim, rencananya akan dibahas lagi. Kini dewan menunggu hasil evaluasi Pemprov Jatim. Made memperkirakan dalam kurun waktu satu pekan menerima hasil evaluasi dari Pemprov Jatim.
Wali Kota Malang Drs H Sutiaji mengatkan, dari pemkot  yang ikut pertemuan tersebut yakni Sekda Drs Wasto. Ia mengatakan Wasto telah melaporkan hasil pertemuan tersebut.
Dari laporan itu, Sutiaji menegaskan pembahasan MCC tidaklah menekankan pada pemangkasan anggaran.
Berbeda dengan Made, Sutiaji tegas bahwa pembahasan MCC di Pemprov Jatim tidak mengarah pada perubahan dan perombakan rencana pembangunan MCC yang sudah diatur sejak awal oleh Pemkot Malang.
"Tadi Pak Sekda (Wasto,red) sudah sampaikan, banyak yang dibahas. Tapi tidak ada pembahasan tentang pemangkasan bangunan atau yang lain," jelasnya.
Artinya lanjut Sutiaji, Pemkot Malang masih mengarahkan pembangunan MCC sesuai rencana awal. Yakni delapan lantai dengan anggaran dari APBD Kota Malang tahun 2020 sebesar Rp 125 miliar.
Sutiaji menyampaikan, Pemprov Jatim menanyakan kesiapan Pemkot Malang membangun MCC. Dalam hal ini, ditekankan Sutiaji,  pihaknya yakin siap untuk memulai pembangunan pada Maret 2020 mendatang. Pembangunan pun ditargetkan rampung dan dapat dimanfaatkan di akhir 2020.  
Ia menegaskan pembangunan MCC tetap akan dilanjutkan karena amanah APBD 2020. Pemkot Malang juga meyakinkan bahwa delapan lantai memang sudah sesuai kebutuhan.
"Tapi dengan ini, kami sangat berterima kasih kepada dewan juga masyarakat yang mewanti-wanti kami dari awal. Karena MCC itu menggunakan anggaran yang tak kecil dan itu seluruhnya uang rakyat. Sehingga nanti OPD yang mengurusi tidak akan bertindak ceroboh dan hati-hati, karena sangat disorot,” tukasnya.
Dengan seluruh respons yang diberikan masyarakat itu, dia berharap semua instansi di Pemkot Malang lebih berhati-hati. Sehingga proses pembangunan dapat dilaksanakan sebagaimana yang ditargetkan serta direncanakan. Selain itu masyarakat menikmati manfaatnya. (ica/van)



Loading...