Nasib Calon Kepala Daerah Belum Jelas

Sabtu, 30 Mei 2020

  Mengikuti :


Nasib Calon Kepala Daerah Belum Jelas

Minggu, 26 Jan 2020, Dibaca : 1317 Kali

MALANG - Nasib delapan calon kepala daerah (Cakada) yang mendaftar di DPC PDI Perjuangan, untuk Pilkada 2020 masih ngambang. Hingga Sabtu (25/1) masih belum ada kejelasan rekom dari DPP PDI-P. Padahal pendaftaran untuk Cakada, sudah dilakukan bulan September 2019 lalu.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto, tidak mau menjawab soal rekom. Karena siapa yang nanti bakal mendapat rekom, menjadi kewenangan DPP PDI-P.
"Prinsipnya kami tegak lurus dengan apa yang menjadi keputusan DPP PDI Perjuangan. DPC tidak mempunyai kewenangan soal itu (rekom, red)," ungkap Didik Gatot Subroto.

   Baca juga : PDIP Harus Perhitungkan Bleger Katuranggan


Menurutnya, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, hanya menerima pendaftaran calon dalam tahapan Pilkada 2020. Sekaligus membantu melakukan verifikasi data setiap calon yang mendaftar. Termasuk mengirim berkas pendaftaran calon ke DPP melalui DPD Jawa Timur.
"Sedangkan untuk keputusan berikutnya, sudah menjadi kewenangan DPP," ucap Didik, yang juga Ketua DPRD Kabupaten Malang.
Disinggung soal janji bahwa rekom untuk Cakada, akan disampaikan setelah HUT PDI Perjuangan pada 10 Januari 2020 lalu, Didik enggan berkomentar. "Soal itu, saya no comment," katanya.

  Baca juga : Wis Wayahe, Tanpa Bang-Jo


Meski demikian, dikatakan Didik, bahwa DPP PDI Perjuangan saat ini sedang melakukan survey elektabilitas para calon. Tidak hanya calon yang sudah mendaftar, namun ada beberapa nama yang juga menjadi incaran partai berlambang kepala banteng moncong putih ini.
Kedelapan nama Cakada yang sudah mendaftar di partai berlambang kepala banteng moncong putih adalah Didik Budi Mulyono (Sekda Kabupaten Malang), Dr. Hasan Abadi (Rektor Unira), Wibi Dwi (Pengusaha), serta Wahyu Eko S (Pengusaha).
Kemudian, Hendik Arso (Kades sekaligus Kader Internal PDIP), Juma’ali (Wakil Ketua Lesbumi PBNU), Diki Sulaiman (Ketua Kadin Kota Malang), dr. Umar Usman (Ketua PCNU Kabupaten Malang, yang juga Direktur RSUD Kota Malang).
Semuanya memiliki peluang mendapat rekom dari DPP PDI Perjuangan, untuk maju dalam pertarungan Pilkada 2020. Karena semua calon sama-sama memiliki kelebihan dan dukungan.
Contohnya seperti, Didik Budi Muljono, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, paham betul dengan kondisi wilayah Kabupaten Malang. Karena sudah cukup lama berkecimpung di eksekutif.
Lalu, Hasan Abadi dan dr. Umar Usman, keduanya memiliki pengaruh besar di kalangan warga Nahdlatul Ulama (NU). Selain karena tokoh di NU, mereka juga sebelumnya juga menjabat struktural penting di lembaga NU Kabupaten Malang.
Begitu juga dengan Hendik Arso, Kepala Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo. Selain internal PDI Perjuangan, Hendik juga memiliki dukungan massa yang tidak bisa dianggap remeh. Apalagi saat ini, ia juga menjabat sebagai koordinator Perkumpulan Aparatur Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Papdesi) Kabupaten Malang. Majunya Hendik, juga atas dorongan anggota Papdesi.
Hanya saja, kemana arah rekom PDI Perjuangan untuk Pilkada 2020 di Kabupaten Malang, masih belum jelas. Pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Malang, beralasan masih menunggu keputusan rekom dari DPP.(agp/ary)

Editor : Bagus Ary Wicaksono
Penulis : Agung Priyo