Narasi Inspiratif Eyang Habibie untuk Anak Indonesia

Senin, 21 Oktober 2019

Rabu, 25 Sep 2019, dibaca : 312 , mp, tamu

Indonesia telah kehilangan putra terbaiknya Prof. Dr. Ing. BJ. Habibie, Rabu, 11 September 2019, diusia 83 tahun. Beliau merupakan tokoh nasional yang unik dan fenomenal, tak salah seorang Jaya Suprana menyampaikan, "meski postur kecil, tubuh Habibie otak semua". Ya itulah yang kita lihat sampai dengan beliau menghembuskan nafas terakhir dengan tenang dan InsyaAllah khusnul khotimah...Aaaminn.
Memori kita sebagian tidak akan pernah melupakan euforia dengan pesawat terbang N250 Gatotkaca, hal ini membuat Indonesia bangga, haru dan berkesan kuat sebagai tonggak bangkitnya teknologi Indonesia. Meski tak sedikit juga  mungkin tak sejalan dengan lompatan ide "gila" tersebut, ditengah rakyat masih nyaman dengan nilai-nilai agraris yang mungkin tidak sempat membayangkan lompatan ide brillian seorang Habibie membawa kewibawaan Indonesia di dunia Internasional.
Kenangan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (Persero) Elfien Goentoro, bahwa N250 adalah karya ke-3 Eyang Habibie, yang sebelumnya telah menbuat Pesawat NC 212-100 sampai jadi NC 212-i yang sudah auto pilot sebagai karya pertama beliau, kemudian yang kedua, pesawat CN 235 yang sebagian dirancang bangun putra putri Indonesia (m.republika.co.id, 11/9/2019).
Kepiawaian beliau sebagai individu yang mumpuni, baik sebagai kepala keluarga, intelektual, pemimpin perusahaan, tokoh agama, tokoh politik nasional, mungkin masih banyak lagi, telah menjadi inspirasi besar bagi negara ini bahkan aset sumberdaya manusia yang patut diteladani. Cara bergaul beliau yang egaliter, gaya bicara yang khas, rendah hati, inspiratif telah mampu membawa nilai-nilai substantif dalam kehidupan kita. Terutama saat laporan pertanggungjawaban beliau sebagai Presiden ke 3 RI di tolak oleh MPR, tak sedikit pula yang mengaitkan penolakan tersebut karena lepasnya Timor Timur dari Indonesia.
Tapi, itu semua tak menyurutkan beliau mengabdi pada negeri dan tetap rendah hati. Bahkan, ketika beliau harus menerima kenyataan "pahit" kejayaan N250 harus redup saat krisis moneter bahkan bisa dikatakan nyaris tak berdaya, meskipun perlahan benih kebangkitan PT. Dirgantara Indonesia mulai ada titik terang. Dirut PT DI pun membayangkan jika proyek N250 tidak dihentikan karena krisis moneter, kita tidak akan temui pesawat ATR tapi pesawat N250 akan mengitari pulau-pulau di Indonesia saat.
Jauh dari sukses karir beliau, sehari setelah wafat Eyang Habibie, dalam perjalanan ke Penang Internasional Airport, salah satu anggota grup WA tiba-tiba mengirim potongan film kartun karya anak bangsa, Adit Sopo Jarwo yang secara khusus menghadirkan Eyang Habibie (2017), di film kartun itu secara lugas, khas suara Eyang Habibie menceritakan kepada Adit dkk nilai penting dari teknologi industri, beliau contohkan pesawat N 250 Gatotkaca yang dilaunching 10 Agustus 1955 (Hari Kebangkitan Teknologi Nasional) sebagai awal industri pesawat terbang di Indonesia karya putra putri Indonesia, beliau sadar bahwa pesawat terbang jenis ini dibutuhkan Indonesia untuk menghubungkan kita dari pulau ke pulau lain.
Semakin menarik, ketika penulis mencoba mengambil pesan kuat yang sangat film tersebut bahwa anak-anak kita saat ini seakan kehilangan sosok atau figur yang akan membangun mimpi dan harapan besar anak Indonesia, anak-anak memerlukan motivasi-motivasi hebat, contoh konkrit, luhur perilakunya dari figur-figur hebat negeri ini bagi Anak Indonesia.
Cukup dan tak perlu lagi diberikan suguhan informasi-iklan-film-poster hidup glamour, kekerasan, gemerlapnya dunia gadget-game, mistis, teror informasi yang tidak mendidik, hidup tidak sehat, nir spiritualisme, dll. Kita ingin, anak-anak kembali mendengarkan lagu-lagu anak yang santun, beradab, realistis. Kita ingin melihat permainan anak Indonesia yang bisa menjadi legenda baru, inspirasi baru, membangun kebersamaan, bukan sekedar kompetisi, semangat baru terhadap masa depan anak Indonesia, kita ingin karya film-film anak di Indonesia mampu mengekspose keteladanan tokoh-tokoh kita mulai KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asyari, Ir Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Jenderal Sudirman, Gus Dur, Jenderal Soeharto.
Masih banyak lagi tokoh-tokoh inspiratif di daerah dan pahlawan nasional kita yang punya suri tauladan hidup bermasyarakat dan bernegara, ditengah rentannya persaudaraan dan kebhinnekaan Indonesia saat ini karena anak-anak kita butuh teladan untuk menjaga keluhuran pekerti dan akhlak bangsa ini ke depan.
Kesuksesan Alm. Eyang Habibie sebagai salah satu putra terbaik bangsa Indonesia yang telah memberikan contoh pada kita bagaimana menumbuhkembangkan cinta, kasih sayang, spiritualisme, kehangatan kepada istri dan anak-anaknya sehingga menjadi pribadi yang berkualitas yang rela kembali untuk membangun negara tercinta Indonesia. Selain karya monumental, almarhum bersama dengan keluarga, juga berkomitmen mendorong dan mendukung secara konkrit integrasi pengembangan demokasi, budaya, teknologi, HAM, dan keberagamaan Indonesia dengan mendirikan The Habibie Center pada tanggal 10 November 1999.
Selamat jalan Eyang Habibie, senyummu, tawamu, candamu dan karyamu akan selalu menginspirasi anak-anak Indonesia. Doa kami anak-anak Indonesia untukmu Eyang Habibie. (*)



Jumat, 18 Okt 2019

Menangani Cross Hijaber

Loading...