MalangPost | Napi yang Bebas Setelah Mendapat Asimilasi dan Integrasi, Wajib Lapor Setiap Minggu

Minggu, 07 Juni 2020

  Mengikuti :


Napi yang Bebas Setelah Mendapat Asimilasi dan Integrasi, Wajib Lapor Setiap Minggu

Kamis, 09 Apr 2020, Dibaca : 2019 Kali

MALANG - Sejumlah narapidana memang bebas bersyarat setelah mendapat asimilasi dan integrasi. Pembebasan mereka atas kebijakan pemerintah sebagai upaya pencegahan virus Covid-19. Namun masyarakat jangan khawatir, karena ada  Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Malang yang akan mengawasi para narapidana tersebut.
Kepala Bapas, Sugandi mengatakan bahwa Bapas menjadi ujung tombak untuk bertanggungjawab dalam pembebasan para Napi. Petugas dari Bapas akan mengawasi mereka secara berkala. Waktunya sesuai masa tahanan setiap para Napi.
"Misalnya kalau ditahan selama 3 tahun atau 12 tahun, ya selama itu akan kami awasi," ujar Sugandi.


Karena statusnya adalah tahanan rumah, Bapas juga mewajibkan mereka untuk tidak keluar rumah. Kalau bekerja, penetapan work from home (WFH) tetap diberlakukan.
"Karena tujuan diadakannya integrasi dan asimilasi untuk para Napi supaya physical distancing di dalam lapas dapat maksimal. Makanya mereka yang sudah dirumahkan wajib bekerja dari rumah," tegas Sugandi.
Ia mengatakan, total Napi yang mendapat pengawasan oleh Bapas Malang ada 250 orang. Yakni 240 orang dewasa dan 10 orang merupakan anak-anak. Jumlah tersebut masih fluktuatif karena bisa bertambah seiring berjalannya waktu.
"Karena bisa jadi ada warga Malang yang melakukan tindak pidana di Jakarta, maka pengawasannya dilakukan oleh Bapas Malang," katanya.


Dari total 250 Napi yang bebas dan pengawasannya dilakukan Bapas Malang tidak semuanya dari Lapas Malang. Karena wilayah Bapas Malang mencakup beberapa kota dan kabupaten. Seperti Kota dan Kabupaten Malang, Kota Batu, Pasuruan, Probolinggo dan Lumajang.
Lantas terkait pelaporan yang wajib dilakukan oleh Napi, dilakukan secara daring secara rutin. Bisa melalui video call, WhatsApp, atau telepon. Hal ini dilakukan guna mencegah penyebaran virus Covid-19.
"Kalau mereka tidam memiliki akses alat komunikasi, pihak Bapas menugaskan Penanggungjawab Klien (PK) dari Bapas untuk menghubungi kerabat mereka. Petugas PK juga akan berkoordinasi dengan ketua RT/RW atau kades, bahkan Polsek tempat tinggal klien. Pelaporannya setiap seminggu sekali untuk Napi dengan asimilasi dan sebulan sekali untuk Napi integrasi," jelasnya.


Ditambahkannya, mereka yang di bawah pengawasan Bapas akan murni dibebaskan ketika mereka berkelakuan baik selama diawasi. "Mereka yang dianggap baik oleh masyarakat sekitar, yang dapat menerima maupun berterima dengan lingkungannya akan murni dibebaskan," pungkasnya.(mg4/agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Agiem Cristian