MalangPost - Musim Hujan Tiba, Waspadai Demam Berdarah

Kamis, 02 Juli 2020

  Mengikuti :


Musim Hujan Tiba, Waspadai Demam Berdarah

Rabu, 18 Des 2019, Dibaca : 1047 Kali

BATU - Memasuki musim penghujan, masyarakat harus mewaspadai penyakit Demam Berdarah (DB) yang menjadi ancaman. Tak terkecuali di Kota Wisata Batu yang beberapa wilayah terdapat permukiman cukup padat. Sehingga berpotensi cukup tinggi adanya ancaman DB.
Hal itu terbukti dengan banyaknya kasus penderita DB di Kota Batu saat musim hujan. Bahkan terjadi peningkatan untuk Kota Batu tren penderita DB setiap tahunnya. Dinas Kesehatan Kota Batu mencatat angkat penderita DB tahun 2018 ada 11 penderita DB. Tahun 2019 meningkat ada 169 penderita DB dan 21 penderita DBD.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu, drg Kartika Trisulandari menyampaikan, dengan adanya peningkatan penderita DB pihaknya sudah berancang-ancang untuk melakukan antisipasi. Salah satunya melakukan sosialisasi DB di 24 desa/kelurahan di Kota Batu.
“Memasuki musim hujan banyak persiapan yang telah kami lalukan untuk pencegahan DB. Salah satinya kami akan berikan surat segera terkait sosialisasi demam berdarah di tingkat desa/kelurahan,” ujar Kartika kepada Malang Post, Rabu (18/12) kemarin.
Ia menerangkan, sosialisi yang diberikan nanti berupa penyuluhan 3M (menguras, menutup dan mengubur) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Selain itu pihaknya juga bekerja sama dengan kader PKK sebagai Tim Juru Pemantau Jentik (Jumantik) tiap desa/kelurahan.
"Kami juga menyediakan obat pembunuh jentik nyamuk atau abate secara gratis. Obat ini kami sediakan secara gratis. Bagi warga yang membutuhkan bisa mendapatkannya di Puskesmas," bebernya.
Ia menerangkan, peningkatan jumlah penderita DB tersebut dikarenakan sesuai dengan siklus 5 tahunan. Mengingat kasus DBD tahun ini meningkat di seluruh Indonesia,  termasuk di Jawa Timur dan Kota Batu.
Karena itu dengan berbagai sosialiasi yang dilakukan pihaknya berharap agar jumlah penderita DB ditekan. Begitu juga dengab pola penerapan hidup sehat. Karena penyebab berkembang biaknya nyamuk dari genangan yang ada di permukiman padat penduduk.
"Untuk Kota Batu pada tahun ini, kasus tertinggi terjadi di bulan Mei 2019. Dengan wilayah paling rawan perkembangan DB adalah Kecamatan Batu. Mengingat daerah tersebut merupakan wilayah padat penduduk," bebernya.
Ia meminta kepada masyarakat agar lebih proaktif melakukan kegiatan kerja bakti rutin di lingkungannya. Upaya ini akan lebih efektif karena bisa memberantas sarang nyamuk sejak awal. Kegiatan 3M juga harus terus dilakukan. (eri/aim)

Editor : Muhaimin
Penulis : Keristyanto