Mugiono: Saya Ini Dijebak | Malang Post

Jumat, 06 Desember 2019 Malang Post

  Follow Us


Kamis, 14 Nov 2019, dibaca : 15510 , halim, agung

BANTAH PUNGLI: Kepala Desa Ngadireso Mugiono serta barang bukti uang yang diamankan.

MALANG - Kendati sudah tertangkap tangan, namun Mugiono, Kades Ngadireso Kecamatan Poncokusumo mengelak tuduhan melakukan pungutan liar (Pungli). Bapak dua anak ini malah mengaku kalau dirinya telah dijebak. "Saya ini dijebak mas. Sebenarnya saya tidak melakukan Pungli," ucap tersangka Mugiono dengan kedua tangan terborgol.
Mugiono adalah Kepala Desa Ngadireso. Dia menjadi Kades sudah tiga kali periode, sejak tahun 2007 lalu. Pada pemilihan kepala desa (Pilkades) lalu, dia kembali terpilih ketiga kalinya dan menjabat sampai tahun 2025.
Dalam keterangannya, Mugiono mengatakan dirinya ditangkap polisi karena dijebak. Dia mengaku sebenarnya tidak bersalah. Tersangka menyatakan hanya sebagai penengah permasalahan sengketa tanah, antara NI dengan SK.
Dari permasalahan tanah tersebut, antara NI dengan SK sudah bersedia berdamai. Syaratnya NI memberikan uang ganti rugi kepada SK sebesar Rp 60 juta. Namun setelah ditawar akhirnya turun menjadi Rp 20 juta.
"Setelah ada kesepakatan damai itu, kemudian saya oleh NI diajak bertemu di sebuah warung di Kecamatan Wajak," ujar tersangka Mugiono.
Begitu bertemu, NI kemudian menyerahkan uang Rp 20 juta. Tersangka mengatakan sempat menolak menerimanya. "Saya memintanya untuk menyerahkan sendiri. Tetapi, dia mengatakan sedang buru-buru mau pergi ke Blitar," tuturnya.
Uang Rp 20 juta tersebut, lanjutnya, oleh NI dimasukkan ke dalam jok motor. Yang membuka jok dan memasukkan uang dilakukan oleh NI sendiri.  "Setelah menaruh uang di jok motor, dia langsung pergi. Tak lama kemudian, saya langsung ditangkap polisi," katanya.
Mugiono, ditangkap Unit Tipidkor Satreskrim Polres Malang, Selasa (12/11). Mugiono diamankan setelah terkena OTT pungutan liar. Yakni meminta uang Rp 60 juta dengan dalih untuk menyelesaikan permasalahan sengketa tanah. Namun setelah dinego turun menjadi Rp 20 juta.(agp/lim)
 



Jumat, 06 Des 2019

Hanif Gantikan Arthur

Jumat, 06 Des 2019

Cegah Radikalisme Sejak PAUD

Loading...