MTs Negeri 1 Kota Malang Pertahankan Tradisi Juara | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Kamis, 26 Sep 2019, dibaca : 444 , rosida, imam

MALANG - Siswa-siswi MTs Negeri 1 Kota Malang kembali mencapai prestasi yang membanggakan. Prestasi mereka kali ini dari dari kompetisi yang digelar oleh Kementerian Agama RI. Yakni Juara 1 dan The Best IPS Terpadu Tingkat Nasional KSM 2019 dan juara 1 tingkat Nasional Kompetisi Madrasah Young Research (MyRes).

Raihan prestasi tersebut menambah catatan prestasi MTs Negeri 1 Kota Malang dalam satu semester terakhir. Pekan lalu, siswa MTs Negeri 1 berjaya di ajang Global Round the world Scholar's Cup 2019 Filipina, yang mengantarkan mereka ke level tertinggi di Amerika.

Sebelumnya, para siswa juga memetik prestasi bidang olahraga sebagai juara 1 kompetisi basket Dispora Kota Malang dan Juara 1 Inovasi Teknologi 2019. Bahkan beberapa hari sebelumnya satu orang siswa MTs Negeri 1 Kota Malang meraih juara World Robotic yang akhirnya mendapat apresiasi sebagai undangan mengikuti upacara HUT Kemerdekaan RI yang ke 74 di Istana Negara.

Menjadi kebanggaan yang tak terkira bagi warga MTs Negeri 1 Kota Malang, terutama Kepala Madrasah Drs. H. Samsudin, M.Pd,. Ungkapan syukur disampaikannya saat ditemui Malang Post, Rabu, (25/9).
"Alhamdulillah, semangat anak-anak kami tidak pernah luntur untuk meraih prestasi demi prestasi," ucapnya.
Samsudin mengatakan, KSM menjadi kompetisi Kemenag RI yang menjadi prioritas. Karena menjadi tolak ukur sesama madrasah atau sekolah yang ada di seluruh Indonesia.
Tahapannya dimulai dari tingkat madrasah, kota, provinsi hingga nasional. Dan yang menjadi kebanggaan tersendiri, diraihnya juara KSM tahun ini menjadi bukti bahwa MTs Negeri 1 Kota Malang mampu mempertahankan tradisi medali emas di ajang tersebut.
"Bagi kami ini prestasi yang hebat. Alhamdulillah kami bisa meneruskan tradisi medali emas di KSM, termasuk juga MyRes yang tahun lalu kita dapat medali perak, tahun ini kita dapat medali emas," ungkapnya.
Namun bagi Samsudin, semua prestasi yang dicapai anak didiknya seluruhnya membanggakan. Setiap kompetisi memiliki ciri khas dan kesulitan di level masing-masing. Baik yang akademik maupun non akademik.
Maka dari itu madrasah pun tidak tebang pilih dalam melakukan pendampingan. Apapun perlombaan yang diikuti siswa selalu didukung.
Bahkan, Samsudin selaku Kepala Madrasah tidak segan untuk melakukan pengawalan secara langsung hingga keluar kota bahkan ke luar negeri. "Selagi punya waktu kita terus memotivasi anak anak dari jarak dekat. Kalau kita berada dekat dengan anak-anak, mereka merasa terkawal dan mentalnya semakin kuat," terangnya.
Amalia Choirun Nisa siswi peraih medali emas dan peraih gelar  The Best IPS Terpadu Tingkat Nasional KSM 2019 mengaku senang bisa mempersembahkan medali emas untuk madrasah yang dicintainya. Mengingat KSM tahun lalu ia belum bisa membawa medali meski juga lolos ke tingkat nasional.
Ia mengatakan, KSM merupakan kejuaraan yang tidak mudah. Mengingat dalam kompetisi ini peserta tidak sekedar menguasai materi sains saja. Tetapi juga mampu mengintegrasikannya dengan ayat-ayat Alquran.
"Itu hal yang paling sulit, tapi Alhamdulillah berkat bimbingan guru dan orang tua saya bisa melaluinya dengan baik," ujarnya.
Di bulan ini juga, siswa MTs Negeri 1 Kota Malang meraih peringkat tiga besar di kejuaraan Asean Robotic Day dalam dua kategori. Yakni Juara 2 Amphibious Solar Vehicle Senior dan Juara 3 Soccer Senior. Kejuaraan tersebut digelar di SMAN 8 Jakarta (19-20/9) lalu.
"Robotika sebuah keterampilan yang menyenangkan bagi kami. Selain melatih kami terampil juga melatih kecerdasan. Semoga di kompetisi selanjutnya prestasi kami semakin bagus," ujar Zikry Azizy Aljava, salah satu siswa dari tim robotik MTs Negeri 1 Kota Malang. (imm/oci)



Loading...