Modus Sumbang Sembako, Sikat Motor Anak Kiai | Malang Post

Jumat, 13 Desember 2019 Malang Post

  Mengikuti :


Minggu, 01 Sep 2019, dibaca : 503 , Halim, rdb

PROBOLINGGO – Makin beragam saja modus para pelaku pencurian motor. Akhir pekan lalu, seorang lelaki mengaku hendak memberikan sumbangan ke Pesantren Al Falah di Sumberkedawung Leces Kabupaten Probolinggo. Namun lelaki itu malah mencuri motor.
Pencurian itu terjadi di Desa Jangur Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo. Sebuah motor Yamaha Vega Nopol N 5918 RK digondol pelaku.
Dimas, 16, warga Lumajang yang juga santri di Pesantren Al Falah menjelaskan, pencurian diawali dengan kedatangan pelaku ke Pesantren Al Falah. Sekitar pukul 14.00, pelaku bertamu. Dia mengaku hendak menemui kiai di Pesantren Al Falah.
Namun, saat itu kiai sedang tidak berada di tempat. Karena itu, pelaku lantas ditemui Muh. Yusron, 19, anak sulung kiai. Pada Yusron, pelaku yang mengendarai motor Yamaha Jupiter itu mengaku hendak menyumbangkan dana dalam bentuk sembako. Karena itu, ia meminta Yusron untuk ikut dengannya. Tujuannya, membeli sembako untuk disumbangkan ke pesantren.
“Saat itu Yusron mengajak saya. Dengan menggunakan Motor Yusron, saya berboncengan mengikuti bapak (pelaku, Red.) itu,” katanya.
Beberapa saat berkendara, mereka sampai di sebuah warung bakso di sekitar Desa Jangur. Sementara pelaku sibuk menelepon. Tak lama kemudian, datang dua lelaki menemui pelaku. Selanjutnya motor pelaku dibawa oleh dua lelaki itu.
Selang beberapa menit, pelaku mengatakan, ada toko sembako yang lebih murah di Jangur. Pelaku lantas meminta Dimas ikut dengannya ke Jangur. Maka, berangkatlah pelaku bersama Dimas ke Jangur. Mereka berboncengan mengendarai motor Yusron, Yamaha Vega Nopol N 5918 RK. Sementara Yusron disuruh menunggu di warung bakso tersebut.
Sebelum berangkat, pelaku minta agar tas yang dibawa Yusron dimasukkan ke jok motor. “Katanya agar tidak ketahuan bahwa Yusron anak kiai. Di dalam tas itu selain ada sejumlah uang, ada HP, ATM, SIM, dan STNK,” beber Dimas.
Beberapa saat kemudian, mereka tiba di sebuah toko sembako. Pelaku pun tawar menawar dengan pemilik toko, untuk membeli sembako. Lantas, pelaku pamit pada Dimas untuk mengambil motor Tossa. Dimas diminta menunggu di toko sembako, sementara pelaku mengambil motor Tossa dengan menaiki motor milik Yusron.
“Saya diminta nunggu. Lebih dari setengah jam saya tunggu, tapi tidak ada kabar. Penjual sembako mengingatkan saya. Awas kena tipu ya. Sebab saya tidak kenal dengan orang itu,” tambahnya.
Saat itulah Dimas sadar jika ia tertipu. Pemilik toko yang kasihan lantas mengantarkan Dimas dan Yusron pulang ke pesantren. Selanjutnya sekitar pukul 18.00, korban bersama sejumlah pengurus pesantren melaporkan kejadian itu ke Polsek Sumberasih. Anggota yang sedang piket langsung mengajak keduanya ke TKP. “Jadi kami lakukan pendalaman dulu. Sebab korban ini bukan warga sini. Makanya kami masih lakukan pendalamannya sebelum diterbitkan surat laporan,” beber petugas yang enggan namanya disebutkan ini.(rdb/lim)



Rabu, 11 Des 2019

Kabur Demi Nikahan Anak

Loading...