MalangPost - Modus Mengobati Sakit Keputihan, Paranormal Pakis Setubuhi Anak Tetangga

Kamis, 09 Juli 2020

  Mengikuti :

Modus Mengobati Sakit Keputihan, Paranormal Pakis Setubuhi Anak Tetangga

Jumat, 26 Jun 2020, Dibaca : 2775 Kali

MALANG - Andai tidak segera diamankan polisi, mungkin Sukir, 59, sudah menjadi bubur akibat dihajar warga, awal pekan lalu. Beruntung petugas Polres Malang segera mengamankan warga Dusun Bonangan, Desa Sumberkradenan, Kecamatan Pakis ini dari kepungan massa.


Tersangka ditangkap karena perbuatan cabul. Dia menggauli Mawar (nama samaran, red), anak tetangganya sendiri. Saat ini Sukir pun harus meringkuk di balik rutan Mapolres Malang.
"Dia (tersangka, red) kami amankan di rumahnya setelah sempat dikepung warga. Masyarakat sekitar emosi setelah mengetahui perbuatan bejatnya," jelas Kasatreskrim Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo.


Tersangka melakukan perbuatan bejatnya pada korban sejak bulan April 2020 lalu. Semula korban datang kepada tersangka untuk minta didoakan supaya lolos Paskibra. Korban meminta bantuan tersangka karena dikenal sebagai paranormal.
Namun ternyata korban tidak lolos seleksi. Kemudian pada bulan April itu, tersangka mendatangi rumah korban. Kedatangannya menawarkan korban doa Jawa untuk melindungi korban dan supaya memiliki banyak teman.


Karena tidak curiga dan percaya, petang harinya korban datang ke rumah tersangka. Dikatakan tersangka bahwa dirinya bisa menyembuhkan jerawat serta sakit keputihan korban yang dianggapnya tidak wajar.
Kemudian keesokan harinya korban datang lagi ke rumah korban. Untuk melakukan pengobatan, tersangka mengajak korban ke dalam kamar. Lalu korban diminta rebahan di atas tempat tidur sembari melepas seluruh pakaiannya, dengan alasan akan disiram dengan air kembang.


Selanjutnya tersangka memasukkan jarinya ke dalam (maaf) kemaluan korban, dengan alasan untuk melihat penyakit keputihan. Tetapi alasan takut jaringan melukai, akhirnya korban menggunakan kelaminnya. Usai berbuat, tersangka mengancam korban untuk tidak memberitahu siapapun.
Kalau korban bercerita, tersangka mengancam akan membuat keluarganya gila dan bunuh diri. Karena ketakutan itulah, akhirnya tersangka menurut. Hingga akhirnya korban disetubuhi sebanyak 9 kali, terakhir pada 19 Juni lalu.
"Korban ini takut dengan ancaman tersangka. Karena meyakini bahwa korban memang memiliki ilmu yang bisa mengancam keluarganya," ujarnya.


Terbongkarnya perbuatan bejat tersangka bermula dari kecurigaan warga, melihat perubahan psikis korban. Akhirnya warga mencoba mendekati korban untuk mau bercerita. Begitu disampaikan, warga dan keluarga korban langsung marah.
Selain melaporkan ke polisi, warga juga berniat menghakimi tersangka. Untungnya emosi warga berhasil diredam polisi setelah petugas datang mengamankannya.
"Tersangka kami jerat dengan pasal 285 KUHP atau pasal 286 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun kurungan penjara," tegasnya.


Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka mengelak tuduhan mengancam. Dia mengatakan bahwa persetubuhan dilakukan atas dasar suka sama suka.
"Saya hanya membantunya saja. Sama sekali tidak ada paksaan saat melakukan hubungan intim. Sembilan kali saya lakukan di rumah," ujar tersangka Sukir yang mengadu berstatus duda ini.(agp)

Editor : Agung Priyo
Penulis : Redaksi